Kompas.com - 13/11/2020, 13:19 WIB
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono (kiri) memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Rapat tersebut membahas rencana kerja tahun 2020, tindak lanjut penanganan kasus NB, penanganan kasus Natuna, dan penanganan kasus Taman Sari. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pd. ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaKapolri Jenderal Pol Idham Azis (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono (kiri) memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Rapat tersebut membahas rencana kerja tahun 2020, tindak lanjut penanganan kasus NB, penanganan kasus Natuna, dan penanganan kasus Taman Sari. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pd.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis meminta jajarannya melakukan pengawasan terhadap penanganan limbah medis agar sesuai ketentuan.

Hal itu diungkapkan Idham dalam acara yang digelar Kementerian Kesehatan dengan tajuk “Seruan Nasional dalam Akselerasi Penanganan Limbah Medis” secara virtual, Jumat (13/11/2020).

“Melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkesinambungan sesuai kewenangan masing-masing sehingga terwujud pengelolaan limbah medis sesuai ketentuan serta aman bagi manusia dan lingkungan,” ujar Idham.

Baca juga: Tito Minta Pemda Buat Aturan soal Pengelolaan Limbah, Termasuk Sanksinya

Ia menuturkan, pengelolaan limbah medis secara tepat dan akurat dapat melindungi masyarakat dari penyakit. Sekaligus, melindungi lingkungan dari bahaya pencemaran.

Di samping itu, Idham juga meminta jajarannya berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya dalam pengelolaan limbah medis.

“Menyerukan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung penerapan pengelolaan limbah medis,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat volume limbah medis meningkat.

Baca juga: Cegah Penyakit Menular, Menko PMK Dorong Penerapan Pengelolaan Limbah Medis

Tak hanya di Indonesia, tetapi hampir di seluruh negara di dunia. Hal ini menjadi masalah tersendiri karena limbah medis yang dibuang begitu saja dapat membawa dampak bagi kesehatan.

Limbah medis yang diduga terkait dengan penanganan wabah Covid-19 seperti masker, sarung tangan, dan tisu ditemukan tercecer di tempat pembuangan akhir (TPA) Sumurbatu, Kota Bekasi dan TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Temuan tersebut berdasarkan observasi dan investigasi mulai tanggal 1 hingga 23 Juni 2020 oleh Koalisi Persampahan Nasional.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.