Survei LSI: Pendukung Jokowi dan Prabowo Sama-sama Merasa Ekonomi Memburuk

Kompas.com - 07/07/2020, 16:34 WIB
Pedagang elektronik menunggu calon pembeli di jembatan penghubung Pasar Glodok, Jakarta, Sabtu (4/7/2020). Meski pihak pengelola menutup sementara Pasar Glodok selama tiga hari pada 2-4 Juli 2020 guna mencegah penyebaran COVID-19, masih banyak sejumlah toko yang buka dan melayani pembelian secara langsung.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPedagang elektronik menunggu calon pembeli di jembatan penghubung Pasar Glodok, Jakarta, Sabtu (4/7/2020). Meski pihak pengelola menutup sementara Pasar Glodok selama tiga hari pada 2-4 Juli 2020 guna mencegah penyebaran COVID-19, masih banyak sejumlah toko yang buka dan melayani pembelian secara langsung. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei LSI Denny JA menyatakan semua pihak merasakan memburuknya perekonomian di zona merah Covid-19 di Indonesia. Penilaian perburukan ekonomi ini tak memandang dukungan politik.

Baik simpatisan Joko Widodo maupun Prabowo Subianto di Pilpres 2019 yang bermukim di zona merah, sama-sama merasakan kondisi perekonomian yang kian terpuruk.

Hal itu merupakan salah satu temuan dalam rilis survei LSI Denny JA, Selasa (7/7/2020).

Baca juga: Percepat Realisasi Anggaran Pemerintah di Semester II akan Dorong Ekonomi RI

Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat yang tinggal di zona merah tentang kondisi perekonomian yang mereka rasakan.

"Mengenai pendukung presiden, kita lihat bahwa yang pilih Jokowi-Ma'ruf (Amin) merasa keadaan ekonomi buruk itu ada. Termasuk pemilih yang memilih Prabowo-Sandiaga (Uno) juga sama," kata peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa dalam rilis survei tersebut.

"Sebanyak 76,3 persen (pemilih Jokowi-Ma'ruf merass ekonomi buruk) lawan 74,2 persen (pemilih Prabowo-Sandi merasa ekonomi buruk). Dilihat dari sini dia yang memilih Pak Prabowo, dia yang pilih jokowi, sama. Menilai keadaan ekonomi lebih buruk dibandingkan sebelumnya," lanjut Ardian.

Ia menambahkan hampir tiga per empat di semua segmen masyarakat di zona merah Covid-19 juga menilai perekonomian memburuk.

Baca juga: Soal Penanganan Pandemi, Komnas Perempuan: Pemerintah Lebih Mengedepankan Perspektif Ekonomi Dibanding HAM

Untuk diketahui, survei LSI Denny JA yang bertajuk Kecemasan di Zona Merah dilakukan dengan metode multi stage random sampling dengan melibatkan 8.000 responden.

Responden tersebar di delapan provinsi besar Indonedia yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Bali. Margin of error berkisar pada 2,05 persen. Survei berlangsung pada 8-15 Juni.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X