Titik Panas Januari-Juni 2020 Disebut Menurun Dibanding Tahun 2019

Kompas.com - 30/06/2020, 18:33 WIB
Api membara di lahan gambut dekat Kampar, Riau, 16 September lalu. AFP/Getty ImagesApi membara di lahan gambut dekat Kampar, Riau, 16 September lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) mencatat, terjadi penurunan titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan pada periode Januari-Juni 2020.

Sub Direktorat Pengendalian Karhutla KLHK Radian Bagiyono mengatakan, penurunan tersebut terjadi sebanyak 40 persen apabila dibandingkan dengan data periode yang sama pada tahun 2019

"Dari titik panas yang kami pantau semenjak 1 Januari hingga 29 Juni, terjadi penurunan sekitar 40 persen," ujar Radian dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (30/6/2020).

Baca juga: BMKG Pontianak Sebut Ada 7 Titik Panas Terpantau di Kalbar

Ia mengatakan, setidaknya hanya terdapat 892 titik panas dengan level confidence di atas 80 persen.

Pada periode yang sama tahun 2019, diketahui terdapat 1.493 titik panas akibat karhutla.

Tak hanya penurunan titik panas, luas lahan yang terbakar pun menurun.

"Luas karhutla periode 1 Januari hingga 31 Mei 2020 ada 38.772 hektare, menurun 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 45.836," kata dia.

Radian mengatakan, KLHK telah menyiapkan sejumlah antisipasi karhutla pada puncak musim kemarau bulan Juli hingga September 2020.

Baca juga: Hotspot di Riau Meningkat Tajam, 43 Titik Panas Terdeteksi di 4 Daerah

Kerja sama, antara lain dilakukan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kerja sama itu, yakni dengan melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC).

TMC itu dilakukan untuk meningkatkan curah hujan dan membasahi lahan gambut serta mengisi kanal-kanal embung dalam rangka mengurangi risiko karhutla.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X