Ketua MPR Imbau Peserta PST GPIB di Bogor Cek Kesehatan jika Rasakan Gejala Covid-19

Kompas.com - 20/03/2020, 11:18 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKetua MPR RI Bambang Soesatyo di Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengimbau peserta Persidangan Sinode Tahunan (PST) GPIB di Bogor, Jawa Barat, pada 26 Februari 2020, memeriksakan diri jika merasakan gejala-gejala Covid-19.

Bambang sempat hadir dalam acara pembukaan PST GPIB tersebut.

"Saya imbau agar pada peserta yang menghadiri acara Persidangan Sinode GPIB di Bogor pada tanggal 26 Februari 2020 segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat manakala menemukan gejala seperti demam, batuk, tenggorokan panas, dada sesak, persendian sakit, dan diare," ujar Bambang, Jumat (20/3/2020).

Sementara itu, ia mengaku sudah melakukan pemeriksaan virus corona selepas dari acara tersebut.

Baca juga: Bambang Soesatyo Tes Covid-19 Setelah Buka Acara GPIB di Bogor, Hasilnya Negatif

Hasil tes Covid-19 diterimanya empat hari lalu. Bambang mengatakan telah dinyatakan negatif.

"Minggu lalu saya sudah lakukan pengecekan atau tes Covid-19 dengan hasil negatif," kata Bambang.

Melalui surat edaran bernomor 9456/III-20/MS.XX tertanggal 13 Maret 2020, Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Majelis Sinode meminta peserta Persidangan Sinode Tahunan GPIB 2020 di Bogor yang tidak sehat agar segera memeriksakan diri.

GPIB Majelis Sinode mengimbau peserta mengecek kesehatan sebagai langkah preventif. Sebab, di dalam surat itu disebutkan sejumlah peserta merasa kurang sehat seusai acara.

Baca juga: Wabah Corona, Majelis Sinode GPIB Imbau Peserta PST di Bogor Cek Kesehatan

"Untuk menjaga hal-hal yang tidak kita kehendaki bersama, maka Majelis Sinode sesuai imbauan pemerintah, meminta agar para peserta yang merasa tidak sehat antara lain mengalami demam, batuk/pilek/nyeri tenggorokan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan di daerahnya, dan beristirahat di rumah masing-masing," seperti tertulis dalam surat tersebut.

Selain itu, GPIB Majelis Sinode juga meminta umatnya menghindari keramaian. Umat juga diimbau tidak berjabat tangan, baik sebelum maupun sesudah ibadah.

Begitu pula dengan tata cara kolekte yang diubah demi mencegah penyebaran virus corona.

"Demikian pula untuk membantu pencegahan penyebaran virus COVID-19, persembahan dalam Ibadah Minggu diberikan tidak dengan mengedarkan kantong kolekte melainkan diberikan ke kotak di depan oleh masing-masing," tulis surat tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X