Proses Clean Up di Batan Indah Selesai, Sisa Satu Langkah Lagi

Kompas.com - 14/03/2020, 09:39 WIB
Kepala Hukum Humas dan Kerjasama Batan Heru Umbara mengatakan, telah menyerahkan barang bukti yang merupakan hasil penelitian temuan radiasi nuklir dengan jenis radioaktif caesium 137 untuk di lahan kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan. Penyerahan barang bukti tersebut guna mengetahui asal mula kemuncukan radiasi tersebut. Hal tersebut dikatakan di lokasi, Selasa (18/2/2020). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiKepala Hukum Humas dan Kerjasama Batan Heru Umbara mengatakan, telah menyerahkan barang bukti yang merupakan hasil penelitian temuan radiasi nuklir dengan jenis radioaktif caesium 137 untuk di lahan kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan. Penyerahan barang bukti tersebut guna mengetahui asal mula kemuncukan radiasi tersebut. Hal tersebut dikatakan di lokasi, Selasa (18/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional ( Batan) mengungkapkan, proses clean up terhadap zat radioaktif di lahan kosong di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, sudah selesai.

Namun, Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerjasama Batan Heru Umbara mengatakan, tinggal satu proses yang tersisa yaitu remediasi.

"Untuk proses clean up di Batan Indah, alhamdullilah prosesnya sudah selesai, tinggal kita melakukan kegiatan remediasi," kata Heru saat konferensi pers di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020).

Baca juga: Batan Akan Jatuhi Sanksi kepada Pegawai yang Jadi Tersangka Kepemilikan Radioaktif

Heru menjelaskan, remediasi adalah proses untuk mengembalikan tempat tersebut sesuai dengan fungsi awalnya.

Total terdapat sekitar 800 drum berisi tanah terkontaminasi zat radioaktif yang diangkut dari lokasi.

Menurutnya, tanah dan sejumlah tanaman itu akan diproses di kantor pusat Batan.

"Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan, kita akan melakukan remediasi. Kalau sudah dilaksanakan, artinya daerah tersebut nanti akan dideklarasi oleh Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) menjadi daerah yang aman," ujarnya.

Baca juga: Ada Temuan Radioaktif Lagi di Perumahan Batan Indah Tangsel

Diberitakan, awalnya ditemukan zat radioaktif di lahan kosong di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan,

Usai temuan di lahan kosong tersebut, polisi bersama Batan dan Bapeten melakukan patroli di kawasan perumahan itu.

Tim menemukan zat radioaktif jenis Cs 137 dan iridium 152, serta sejumlah kontainer di sebuah rumah milik pegawai Batan berinisial SM di perumahan tersebut.

SM lalu ditetapkan sebagai tersangka terkait kepemilikan zat radioaktif secara ilegal. Total terdapat 26 saksi yang dimintai keterangan sebelum polisi menetapkan SM sebagai tersangka.

Baca juga: Pegawai Batan Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kepemilikan Zat Radioaktif

Polisi pun masih mendalami motif serta sumber SM mendapatkan zat tersebut.

Namun, berdasarkan keterangan sementara SM, ia mendapatkan zat itu dari temannya. Polisi sedang mencari teman yang dimaksud.

SM dijerat Pasal 42 dan 43 Undang-undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran. Ancaman hukuman maksimal bagi pelaku adalah dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Polisi tidak menahan SM karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesehatan Menurun, Abu Bakar Ba'asyir Dilarikan ke RSCM

Kesehatan Menurun, Abu Bakar Ba'asyir Dilarikan ke RSCM

Nasional
Jokowi Tinjau Pembangunan Pusat Perbenihan untuk Atasi Bencana Ekologis

Jokowi Tinjau Pembangunan Pusat Perbenihan untuk Atasi Bencana Ekologis

Nasional
Ma'ruf Amin Kini Jadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Periode 2020-2025

Ma'ruf Amin Kini Jadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Periode 2020-2025

Nasional
Pengamat: Gerindra Mungkin Tak Lagi Isi Posisi Menteri KP, tetapi...

Pengamat: Gerindra Mungkin Tak Lagi Isi Posisi Menteri KP, tetapi...

Nasional
MUI Umumkan Dewan Pimpinan Harian 2020-2025, Ini Nama-namanya

MUI Umumkan Dewan Pimpinan Harian 2020-2025, Ini Nama-namanya

Nasional
UPDATE 27 November: 3.706 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

UPDATE 27 November: 3.706 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Nasional
Miftachul Akhyar Terpilih sebagai Ketua Umum MUI Periode 2020-2025

Miftachul Akhyar Terpilih sebagai Ketua Umum MUI Periode 2020-2025

Nasional
Satgas: Lonjakan Kasus Baru Covid-19 Harus Jadi Peringatan Bersama

Satgas: Lonjakan Kasus Baru Covid-19 Harus Jadi Peringatan Bersama

Nasional
Menko PMK Minta Fasilitas PON di Papua Tidak Disia-siakan

Menko PMK Minta Fasilitas PON di Papua Tidak Disia-siakan

Nasional
Djoko Tjandra Sebut Tommy Sumardi Besan mantan PM Malaysia Najib Razak

Djoko Tjandra Sebut Tommy Sumardi Besan mantan PM Malaysia Najib Razak

Nasional
Satgas Klaim Kesiapan Cold Chain untuk Distribusi Vaksin Covid-19 Capai 97 Persen

Satgas Klaim Kesiapan Cold Chain untuk Distribusi Vaksin Covid-19 Capai 97 Persen

Nasional
Kerangka Pelibatan TNI Atasi Terorisme Perlu Diperjelas

Kerangka Pelibatan TNI Atasi Terorisme Perlu Diperjelas

Nasional
Djoko Tjandra ke London dan Paris untuk Urus Red Notice atas Namanya di Interpol

Djoko Tjandra ke London dan Paris untuk Urus Red Notice atas Namanya di Interpol

Nasional
Kasus Raibnya Uang Winda Earl di Maybank, Pengakuan Tersangka hingga Dugaan Penerima Dana

Kasus Raibnya Uang Winda Earl di Maybank, Pengakuan Tersangka hingga Dugaan Penerima Dana

Nasional
Surat untuk Puan Maharani: Bersusah Payah Kami Bersuara, tetapi Tidak Didengar...

Surat untuk Puan Maharani: Bersusah Payah Kami Bersuara, tetapi Tidak Didengar...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X