Kasus Suap "Baggage Handling System", Direktur Keuangan PT AP II Segera Disidang

Kompas.com - 28/11/2019, 21:04 WIB
Tersangka selaku mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Andra Y Agussalam tiba untuk menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Andra Y Agussalam menjalani pemeriksaan lanjutan kasus dugaan suap pengadaanbaggage-handling system pada PT Angkasa Pura Propertindo yang dikerjakan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANTersangka selaku mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Andra Y Agussalam tiba untuk menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Andra Y Agussalam menjalani pemeriksaan lanjutan kasus dugaan suap pengadaanbaggage-handling system pada PT Angkasa Pura Propertindo yang dikerjakan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi telah menyelesaikan proses penyidikan terhadap mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, berkas perkara Andra telah dilimpahkan ke proses penuntutan dan akan segera disidang.

"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti, dan tersangka AYA (Andra Y Agussalam, Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II)," kata Febri dalam keterangan tertulis, Kamis (28/11/2019).

Diketahui, Andra merupakan tersangka dalam kasus suap pengadaan pekerjaan baggage handling system (BHS) pada PT Angkasa Pura Propertindo (PT APP) yang dilaksanakan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI).


Baca juga: Usai Diperiksa KPK, Dirut AP II Irit Bicara

Persidangan terhadap Andra rencananya dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Adapun KPK telah memeriksa 81 orang saksi untuk tersangka Andra. Saksi-saksi itu terdiri dari anggota DPR, mantan Direktur Utama dan pejabat PT AP II, Direktur Utama dan pejabat PT APP, Direktur Utama dan pejabat PT INTI, serta pihak swasta.

Dalam kasus ini, Andra siduga menerima suap senilai Rp 100 miliar dari Direktur Utama PT INTI Darman Mapanggara supaya memilih PT INTI untuk mengerjakan proyek baggage-handling system di PT Angkasa Propertindo.

Selain Andra, KPK juga telah menjerat dua tersangka lain dalam kasus ini yaitu Darman dan seorang staf PT INTI yaitu Taswin Nur yang kini telah berstatus terdakwa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X