Usai Diperiksa KPK, Dirut AP II Irit Bicara

Kompas.com - 26/11/2019, 18:04 WIB
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin berjalan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK usai diperiska sebagai saksi, Selasa (26/11/2019) sore. KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DDirektur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin berjalan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK usai diperiska sebagai saksi, Selasa (26/11/2019) sore.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin irit bicara saat ditanya awak media usai diperiksa penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (26/11/2019) sore.

"(Pemeriksaan) lanjutan saja kok," kata Awaluddin saat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK.

Ia pun tak menjawab saat awak media bertanya terkait materi pemeriksaannya hari ini maupun jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik.

"Enggak, tadi BAP lanjutan saja kok," ujar Awaluddin lagi.


Baca juga: Eks Dirkeu AP II Akui Terima Uang dari Eks Dirut PT INTI

Awaludddin diperiksa penyidik selama kurang-lebih enam jam. Ia masuk ke ruang pemeriksaan sekira pukul 10.20 WIB pagi tadi dan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK pada Selasa sore pukul 16.55 WIB.

Selain Awaluddin, penyidik juga memeriksa tiga orang saksi lain dari lingkungan PT AP II dan anak perusahaannya, PT Angkasa Pura Propertindo.

Ketiga saksi tersebut adalah VP of Human Capital, Finance, and General Affair PT Angkasa Pura Propertindo yang juga bekas AVP of Budget Management PT Angkasa Pura II.

Kemudian, Executive General Manager Airport Maintanence PT Angkasa Pura II dan Direktur PT Angkasa Pura Propertindo Wisnu Raharjo.

Keempatnya diperiksa sebagai saksi kasus suap antar-BUMN terkait pengerjaan baggage-handling system di PT Angkasa Pura Propertindo yang dikerjakan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI).

"Penyidik mendalami keterangan saksi masih terkait pengadaan pekerjaan Baggage Handling System di PT Angkasa Pura Propertindo," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Baca juga: Terima Uang dari Eks Dirut PT Inti, Mantan Dirkeu AP II Bantah Terkait Pengadaan Semi BHS

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Dirut PT INTI Darman Mappanggara sebagai tersangka suap antar-BUMN ini.

Ia diduga menyuap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam dengan uang senilai Rp 100 miliar supaya PT INTI terpilih mengerjalan proyek baggage-handling system di PT Angkasa Propertindo.

Dalam kasus ini, KPK juga telah menetapkan Andra sebagai tersangka bersama seorang staf PT INTI yaitu Taswin Nur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X