Keanggotaan Oknum Polisi Penculik WNA Tidak Menunggu Inkrah

Kompas.com - 08/11/2019, 12:57 WIB
Nibras Nada Nailufar

JAKARTA, KOMPAS.com - Penentuan status keanggotaan empat polisi yang diduga terlibat dalam penculikan dan penyekapan warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama Matthew Simon Craib rupanya tidak perlu menunggu kasusnya inkrah.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan ( Propam) Polri Irjen (Pol) Listyo Sigit saat ditemui di The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

"(Keputusan status keanggotaannya) enggak (perlu tunggu kasusnya inkrah), enggak juga," ujar Listyo.

Baca juga: Empat Polisi yang Diduga Terlibat Penculikan WNA Inggris Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya

Nantinya, kata dia, sidang disiplin dapat digelar usai sidang pidana umum selesai dilaksanakan.

"Manakala nanti yang pidana sudah beres kemudian dia berproses, nanti kita juga bisa langsung masuk (sidang etiknya)," lanjut dia.

Keempat anggota polisi itu sendiri saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Mereka dikenakan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 bulan.

Baca juga: Empat Anggota Polisi Ditangkap atas Kasus Penculikan WNA Inggris

Adapun, pengungkapan kasus penculikan dan penyekapan itu berawal dari laporan yang terdaftar dalam nomor LP/7002/X/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 31 Oktober 2019.

Pelapornya adalah rekan Matthew yang bernama Vitri Lugvianty.

Diketahui, ada enam orang yang diduga terlibat kasus tersebut. Empat di antaranya merupakan anggota Polri.

Awalnya, korban meminta izin kepada pelapor untuk menemui seseorang terkait urusan pekerjaan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X