Komisi III Berharap RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Disahkan Desember 2019

Kompas.com - 04/11/2019, 20:58 WIB
Kompas TV Semua<strong> </strong>berawal dari tagar #GejayanMemanggil yang menggema dari Yogyakarta ke seluruh pelosok Indonesia, yang memberikan energi baru terhadap sejumlah unjuk rasa di wilayah indonesia. Aksi Gejayan Memanggil berlangsung damai tanpa ada kericuhan. Salah satu Mahasiswa Fisipol, Universitas Gadjah Mada, Yohanna, mengaku mendukung aksi mahasiswa. Menurutnya, UU KPK yang baru melemahkan KPK dan menguatkan koruptor. Hal sama juga diungkap Yuda, mahasiswa Teknik Mesin UGM. &ldquo;RKUHP harus diubah,&rdquo; katanya. &ldquo;Kami menjunjung tinggi Universitas kami, meskipun ada ricuh kami tetap damai&rdquo; tambah Yudha, yang juga ikut aksi Gejayan Memanggil. Sementara itu, meski mengaku bangga dapat mengikuti aksi tersebut, tiga mahasiswi Fisipol UGM menyayangkan ada pihak-pihak yg ingin menunggangi aksi murni meteka. &ldquo;Menurut saya ada pihak-pihak yang jahat banget, menggunakan kesempatan Gejayan Memanggil untuk membuat suatu hashtag-hashtag yang sebenarnya gak kita pakai atau kita tuntutkan pada saat itu&rdquo;, kata Hanna. Aksi Mahasiswa Gejayan Memanggil murni gerakan mahasiswa. Diawali keresahan mahasiswa terhadap tergesa-gesanya perancangan KUHP dan disahkannya revisi UU KPK yang baru. Tidak ada intervensi dari pihak kepolisian maupun pihak manapun untuk mengadakan aksi tersebut. Seluruh Mahasiswa yang melakukan aksi Gejayan Memanggil mengenakan kaos hitam tanpa menggunakan atribut Universitas, saat melakukan aksi Gejayan Memanggil. Aksi ini memperoleh dukungan dari warganet karena berlangsung kondusif. Gejayan Memanggil dulunya adalah peristiwa berdarah Mei, 21 tahun silam. Mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Moses Gatotkaca menjadi korban meninggal dan hingga sekarang belum diketahui penyebabnya. Mahasiswa akan terus mengawal dari tuntutan yang kita ajukan ke Pemerintahan. Presiden punya tanggung jawab untuk mengeluarkan Perppu untuk memperbaiki UU KPK yang baru. Simak Selengkapnya di Aiman episode 233 Unjuk Rasa dan Penggagalan Pelantikan Presiden? bagian dua berikut ini. #AIMAN #DemoMahasiswa #GejayanMemanggil

Herman mengatakan, sosialisasi itu bakal dilakukan ke berbagai kelompok masyarakat, seperti ke kampus-kampus.

Hal ini mengingat ada beberapa kelompok masyarakat yang sempat menolak pengesahan kedua RUU itu.

Baca juga: Prof Muladi: RKUHP Tidak Ada Alasan Ditunda Lagi, Harus Disahkan

Ia menyebut, substansi yang disosialisasikan tentang RUU tersebut tidak berbeda dengan rancangan undang-undang yang sebelumnya sempat ditunda pengesahannya.

Namun demikian, substansi itu bukan tidak mungkin berubah. Hal ini, kata Herman, juga bergantung dari hasil sosialisasi.

"Tanpa ada perubahan substansi, sosialisasikan. Nanti kalau dalam sosialisasi ada hasil yang menurut kita substansinya sangat prinsip, bisa kita pikirkan. Kan negara ini tidak semuanya harus saklek hitam putih. Kita lihat hasil dari sosialisasi kita bisa dapat masukan," ujar Herman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Pikir-pikir Terkait Vonis Sekda Nonaktif Tanjungbalai

KPK Pikir-pikir Terkait Vonis Sekda Nonaktif Tanjungbalai

Nasional
Sepakati Jadwal Pemilu 2024, Pemerintah-KPU Beda Pendapat soal Masa Kampanye

Sepakati Jadwal Pemilu 2024, Pemerintah-KPU Beda Pendapat soal Masa Kampanye

Nasional
Kasus Bupati Nonaktif PPU Abdul Gafur, KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Sekjen DPC Demokrat Balikpapan

Kasus Bupati Nonaktif PPU Abdul Gafur, KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Sekjen DPC Demokrat Balikpapan

Nasional
Laporkan Dugaan Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Migrant Care: Sangat Keji!

Laporkan Dugaan Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Migrant Care: Sangat Keji!

Nasional
Polri Cek Dugaan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Polri Cek Dugaan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Nasional
PBNU Panggil PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo karena Dugaan Terlibat Politik Praktis

PBNU Panggil PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo karena Dugaan Terlibat Politik Praktis

Nasional
Komisi II Hormati Rencana UU IKN Mau Digugat ke MK

Komisi II Hormati Rencana UU IKN Mau Digugat ke MK

Nasional
Kisah Penyandang Disabilitas, dari Hampir Bunuh Diri hingga Jadi Atlet Paralimpiade Nasional

Kisah Penyandang Disabilitas, dari Hampir Bunuh Diri hingga Jadi Atlet Paralimpiade Nasional

Nasional
ICW: Tuntutan Ringan terhadap Azis Kuatkan Dugaan KPK Enggan Beri Efek Jera pada Pelaku Korupsi

ICW: Tuntutan Ringan terhadap Azis Kuatkan Dugaan KPK Enggan Beri Efek Jera pada Pelaku Korupsi

Nasional
Buka Suara, Polri Sebut Pelat Polisi Arteria Dahlan untuk Pengamanan

Buka Suara, Polri Sebut Pelat Polisi Arteria Dahlan untuk Pengamanan

Nasional
Polri Limpahkan Berkas Perkara Ferdinand Hutahaean ke Kejari Jakpus

Polri Limpahkan Berkas Perkara Ferdinand Hutahaean ke Kejari Jakpus

Nasional
Pasang Surut Hubungan Megawati dan SBY Lebih dari Satu Dekade, Berawal dari Pilpres

Pasang Surut Hubungan Megawati dan SBY Lebih dari Satu Dekade, Berawal dari Pilpres

Nasional
Din Syamsuddin Berencana Gugat UU IKN ke Mahkamah Konstitusi

Din Syamsuddin Berencana Gugat UU IKN ke Mahkamah Konstitusi

Nasional
Panglima Andika Kawal 35 Kasus Hukum yang Menjerat Prajurit TNI

Panglima Andika Kawal 35 Kasus Hukum yang Menjerat Prajurit TNI

Nasional
Apresiasi Megawati Larang Kader PDI-P Interupsi SBY, Politikus Demokrat Singgung Puan

Apresiasi Megawati Larang Kader PDI-P Interupsi SBY, Politikus Demokrat Singgung Puan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.