Soal Menteri, Erick Thohir Ingin Jokowi-Ma'ruf Pilih yang Sudah "Berkeringat"

Kompas.com - 17/10/2019, 15:52 WIB
Ketua TKN Jokowi-Maruf Erick Thohir di Kantor Wapres Kompas.com/Rakhmat Nur HakimKetua TKN Jokowi-Maruf Erick Thohir di Kantor Wapres
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden terpilih Joko Widodo diharapkan dapat memilih menteri dari orang-orang yang sudah berkeringat memenangkan dirinya bersama Ma'ruf Amin.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Sukses Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 lalu, Erick Thohir.

"Saya selalu bilang siapapun yang terpilih saya berharap orang-orang yang berkeringat kemarin," kata Erick saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Selain itu, Erick juga berharap Jokowi-Ma'ruf memilih menteri yang kompeten dan memiliki rekam jejak baik, khususnya di bidang ekonomi.

Sebab, Erick yang juga seorang pengusaha ini melihat ekonomi ke depan akan penuh dengan tantangan.

Baca juga: Dahnil: Tak Ada Tawaran Menteri ke Pak Prabowo

"Karena sekarang eranya sedang perang ekonomi. Nah ini yang menurut saya jangan sampai kita pertumbuhan ekonomi yang sekarang sudah 5 persen dan bukan gak mungkin terkoreksi dengan perang dagang," kata bos Mahaka Group ini.

Kendati demikian, saat ditanya peluang dirinya untuk menjadi menteri, Erick menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Ia enggan mengungkapkan apakah sudah ada tawaran yang datang.

"Itu semua hak beliau (Jokowi)," kata Erick.

Presiden Jokowi sendiri sebelumnya membuka kemungkinan kabinet jilid II diisi oleh kader parpol yang pada pilpres 2019 lalu mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca juga: Sandiaga Sebut Prabowo dan Edhy Prabowo Lebih Pantas Jadi Menteri Jokowi

Menjelang pelantikan dan finalisasi pembentukan kabinet, Jokowi sudah bertemu tiga ketua umum parpol yang menjadi rivalnya di pilpres lalu.

Ketiganya yakni Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Jokowi mengakui ketiga pertemuan yang digelar terpisah di Istana itu membahas soal peluang ketiga partai untuk berkoalisi dan masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X