Temuan KontraS, 1 Remaja Koma Diduga Korban Demo di Depan DPR

Kompas.com - 08/10/2019, 18:44 WIB
Polisi mengejar satu orang pemuda yang diduga menyebabkan kerusuhan saat demo mahasiswa dan pelajar di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan tepatnya di depan gedung Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019) KOMPAS.com/RINDI NURIS VELAROSDELAPolisi mengejar satu orang pemuda yang diduga menyebabkan kerusuhan saat demo mahasiswa dan pelajar di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan tepatnya di depan gedung Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019)
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan ( KontraS) menemukan satu korban dalam rangkaian demo di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Korban bernama Akbar Alamsyah (19) tersebut dalam kondisi koma di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

"Pada saat kami datang ke RSPAD, kondisinya yang bersangkutan itu kan masuk ke, bukan ICU ya, semacam kayak ICU, yang memang yang bersangkutan itu tidak sadarkan diri alias koma," kata Kepala Divisi Hukum dan Advokasi Kontras Putri Kanesia ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Soal Demo Mahasiswa, Puan: DPR Buka Ruang Diskusi, tetapi Harus Tertib

Selain itu, kondisi ginjal Akbar bermasalah sehingga harus dilakukan proses cuci darah atau hemodialisis. Penyebab ginjal Akbar luka, kata Putri, masih dicari tahu oleh dokter.

Ia juga menyampaikan, berdasarkan pengamatan Kontras, kepala Akbar diperban dan terlihat membengkak, bibir bengkak, serta hidung yang berdarah.

Putri menyampaikan bahwa Akbar awalnya dirawat di Rumah Sakit Pelni, kemudian dipindah ke Rumah Sakit Bhayangkara, hingga akhirnya ke RSPAD.

Akbar, kata dia, dirawat di RS Pelni 25 September 2019 malam. Kemudian, korban menerima perawatan di RSPAD sejak 29 September 2019.

Baca juga: 6 Polisi yang Bawa Senpi Saat Amankan Demo di Kendari Dibebastugaskan

Berdasarkan keterangan keluarga, kata Putri, pihak Polri memberi surat untuk membiayai pengobatan Akbar selama tiga bulan.

"(Surat pemberitahuan pembiayaan Akbar) dari kepala RS Bhayangkara ke RSPAD. Kalau suratnya kita tidak melihat langsung karena memang keluarga yang melihat tapi keluarga sempat memfoto dan kami diinformasikan pihak keluarga," ujar dia.

Putri menyampaikan bahwa menurut pihak keluarga, Akbar tidak terlibat dalam aksi demo tersebut. Saat itu, Akbar menonton demo itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Nasional
Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Nasional
UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

Nasional
Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Nasional
Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Nasional
Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 12.191 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.285

UPDATE: Sebaran 12.191 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.285

Nasional
Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, KPK Sebut Ada Saksi yang Diintimidasi

Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, KPK Sebut Ada Saksi yang Diintimidasi

Nasional
Vaksinator Covid-19 Dikerahkan Beri Edukasi soal Vaksinasi Covid-19

Vaksinator Covid-19 Dikerahkan Beri Edukasi soal Vaksinasi Covid-19

Nasional
UPDATE: Bertambah 68.343, Total 8.706.505 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE: Bertambah 68.343, Total 8.706.505 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
Kasus Pengadaan Citra Satelit, KPK Dalami Pemberian Fee ke Pihak-pihak di BIG dan Lapan

Kasus Pengadaan Citra Satelit, KPK Dalami Pemberian Fee ke Pihak-pihak di BIG dan Lapan

Nasional
Doni Monardo Menduga Tertular Covid-19 Saat Makan, Imbau Hindari Makan Bersama

Doni Monardo Menduga Tertular Covid-19 Saat Makan, Imbau Hindari Makan Bersama

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X