Temuan Ombudsman soal Idrus Marham dan Evaluasi KPK

Kompas.com - 17/07/2019, 07:02 WIB
Kepala Perwakilan Obudsman Jakarta Raya Teguh P. Nugroho menunjukkan rekaman CCTV tahanan KPK Idrus Marham yang tidak mengenakan borgol saat menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Kasus Maladministrasi Pengawalan Tahanan KPK Idrus Marham di gedung Ombudsman RI, Jakarta, Selasa (16/7/2019). Dalam laporannya Ombudsman menyampaikan beberapa temuan maladministrasi pengawalan KPK terhadap terpidana kasus korupsi Idrus Marham saat berobat ke RS MMC, Jakarta, serta menunjukkan rekaman CCTV yang memperlihatkan pengawal tahanan KPK berinisial M diduga menerima sejumlah uang dari seseorang saat mengawal Idrus Marham tersebut. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww. Indrianto Eko SuwarsoKepala Perwakilan Obudsman Jakarta Raya Teguh P. Nugroho menunjukkan rekaman CCTV tahanan KPK Idrus Marham yang tidak mengenakan borgol saat menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Kasus Maladministrasi Pengawalan Tahanan KPK Idrus Marham di gedung Ombudsman RI, Jakarta, Selasa (16/7/2019). Dalam laporannya Ombudsman menyampaikan beberapa temuan maladministrasi pengawalan KPK terhadap terpidana kasus korupsi Idrus Marham saat berobat ke RS MMC, Jakarta, serta menunjukkan rekaman CCTV yang memperlihatkan pengawal tahanan KPK berinisial M diduga menerima sejumlah uang dari seseorang saat mengawal Idrus Marham tersebut. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ombudsman Jakarta Raya kembali mengungkap temuan baru terkait maladministrasi saat terdakwa kasus korupsi Idrus Marham keluar dari Rutan Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) untuk berobat.

Idrus diizinkan berobat ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) berdasarkan penetapan majelis hakim pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Dalam proses pengawalan itulah Ombudsman menemukan sejumlah kejanggalan.

1. Pemberian uang ke pengawal tahanan

Ombudsman Jakarta Raya mengungkap, seorang pengawal tahanan Rutan Cabang KPK bernama Marwan mendapat sejumlah uang tunai dari pihak Idrus Marham.

Uang yang diberikan ke pengawal tersebut diduga sekitar ratusan ribu rupiah. Diduga, uang diberikan di sekitar coffee shop di kawasan RS MMC.

Temuan itu merupakan penelusuran Ombudsman dari salinan rekaman kamera CCTV (closed circuit television) dan permintaan keterangan dari pihak-pihak terkait.

Baca juga: Ombudsman Jakarta: Pengawal Tahanan KPK Idrus Marham Diduga Terima Uang

"Saudara Marwan diduga menerima sejumlah uang tunai imbalan tertentu dari orang yang diduga sebagai pihak keluarga atau ajudan atau penasihat hukum saudara IM," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho dalam konferensi pers di kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Pemberian uang ini yang dinilai berimplikasi pada longgarnya pengawasan terhadap Idrus Marham saat berobat di RS MMC.

2. Sempat "nongkrong" di kedai kopi sekitar 3 jam

Idrus Marham diketahui sempat berada di kedai kopi di sela-sela izin berobat.

"Setelah pemeriksaan kesehatan dan shalat Jumat. Saudara IM tidak segera kembali ke Rutan Cabang KPK. Namun ditemukan sejak pukul 12.39 WIB sampai 15.30 WIB, IM berada di coffee shop," kata Teguh.

Saat itu Idrus diduga bersama sejumlah orang yang diduga keluarga, kerabat, atau penasihat hukum.

Baca juga: Saat Izin Berobat, Idrus Marham Sempat Nongkrong 3 Jam di Kedai Kopi

Berdasarkan penelusuran Ombudsman dari salinan rekaman kamera CCTV dan nota tagihan pemeriksaan medis, Idrus tercatat hanya melakukan satu transaksi pembayaran pemeriksaan medis. Yakni, atas layanan poli gigi pada pukul 12.57 WIB.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X