Kemenhub: Tren Mudik Menggunakan Pesawat Menurun Dibanding Tahun 2018

Kompas.com - 03/06/2019, 11:09 WIB
Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019, Sigit Irfansyah  di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta, Senin (3/6/2019). DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comKetua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019, Sigit Irfansyah di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta, Senin (3/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019, Sigit Irfansyah mengungkapkan, tren pemudik yang menggunakan pesawat cenderung menurun dibanding tahun 2018.

"Biasanya kalau kita bicara jumlah penumpang angkutan udara trennya kan positif tahun lalu, sekarang drop, dari segi jumlah pesawat yang melayani dan juga jumlah orang yang diangkut," kata dia saat ditemui di Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Jakarta, Senin (3/6/2019).

Menurut Sigit, berdasarkan data yang dihimpun sejak H-7 Lebaran hingga per Senin pukul 08.00 WIB, terdapat 9.733 layanan penerbangan.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Angkutan Penyeberangan Naik 15 Persen

Adapun jumlah pemudik yang terbang menggunakan pesawat sekitar 1.233.518 juta orang. Data itu dihimpun dari 36 bandar udara di Indonesia.

"Ini kumulatif ya. Jadi turunnya sekitar 30 persen, ya. Kan 2018 ada 13.921 flight, sekarang 9.733 flight. itu dibanding dengan tahun lalu. Jadi turunnya sekitar 30 persen, ya. Penumpangnya juga sama, yang tahun lalu angka 1,7 juta lebih, sekarang 1,2 juta," ujar Sigit.

"Jadi maskapai selain menurunkan jumlah armadanya, penumpangnya juga drop, ini salah satu faktornya mungkin ya teman-teman tahu semua, tiket (pesawat) mahal," sambungnya.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Pemerintah Didorong Terapkan Open Sky

Selain itu, ia memperkirakan tren yang menurun dikarenakan para pemudik yang terbiasa menggunakan pesawat beralih lewat jalur darat. Salah satunya dengan adanya berbagai ruas tol baru yang dibangun pemerintah.

"Kan ada jalan tol, yang menurun signifikan penerbangan pendek kebanyakan, Jakarta-Semarang, Semarang-Solo, Jakarta-Lampung, misalnya," katanya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Epidemiolog: Pengumuman Pejabat Publik yang Positif Covid-19 Bisa Perkuat Pesan Pencegahan

Epidemiolog: Pengumuman Pejabat Publik yang Positif Covid-19 Bisa Perkuat Pesan Pencegahan

Nasional
Pemerintah Berencana Perpanjang PPKM, Moeldoko Singgung Kedisiplinan Masyarakat

Pemerintah Berencana Perpanjang PPKM, Moeldoko Singgung Kedisiplinan Masyarakat

Nasional
KPK Bentuk Satgas Khusus Buru Buronan, Salah Satunya Harun Masiku

KPK Bentuk Satgas Khusus Buru Buronan, Salah Satunya Harun Masiku

Nasional
Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa Deputi Direktur hingga Pimpinan Perusahaan

Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa Deputi Direktur hingga Pimpinan Perusahaan

Nasional
Apresiasi Komitmen Listyo, Komnas HAM Berharap Rekomendasi soal Penembakan FPI Segera Ditindaklanjuti

Apresiasi Komitmen Listyo, Komnas HAM Berharap Rekomendasi soal Penembakan FPI Segera Ditindaklanjuti

Nasional
Kemenkes Sebut Vaksinasi Mandiri Covid-19 Bisa Percepat Herd Immunity

Kemenkes Sebut Vaksinasi Mandiri Covid-19 Bisa Percepat Herd Immunity

Nasional
Setelah Disetujui DPR, Begini Mekanisme Pengangkatan Listyo Sigit Jadi Kapolri

Setelah Disetujui DPR, Begini Mekanisme Pengangkatan Listyo Sigit Jadi Kapolri

Nasional
Alasan Penerbitan Perpres Pencegahan Ekstremisme, Rasio Polisi dan Penduduk Tak Ideal

Alasan Penerbitan Perpres Pencegahan Ekstremisme, Rasio Polisi dan Penduduk Tak Ideal

Nasional
Basarnas: Korban Gempa Sulbar, 90 Meninggal, 18 Selamat, 3 Hilang

Basarnas: Korban Gempa Sulbar, 90 Meninggal, 18 Selamat, 3 Hilang

Nasional
Hoaks yang Beredar di Tengah Program Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Hoaks yang Beredar di Tengah Program Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Nasional
Kasus Pengadaan Citra Satelit, KPK Tahan Mantan Kepala BIG dan Eks Pejabat Lapan

Kasus Pengadaan Citra Satelit, KPK Tahan Mantan Kepala BIG dan Eks Pejabat Lapan

Nasional
Menteri LHK Klaim Hulu Daerah Aliran Sungai Barito Masih Terjaga Baik

Menteri LHK Klaim Hulu Daerah Aliran Sungai Barito Masih Terjaga Baik

Nasional
Soal Perpres Pencegahan Ekstremisme, Moeldoko: Kita Mesti Rasional

Soal Perpres Pencegahan Ekstremisme, Moeldoko: Kita Mesti Rasional

Nasional
Pengadaan Citra Satelit Diduga Dikorupsi, KPK: Kerugian Negara Rp 179,1 Miliar

Pengadaan Citra Satelit Diduga Dikorupsi, KPK: Kerugian Negara Rp 179,1 Miliar

Nasional
Komjen Listyo Sebut Polantas Tak Perlu Menilang, Begini Cara Kerja Sistem ETLE yang Sudah Berjalan di Jakarta

Komjen Listyo Sebut Polantas Tak Perlu Menilang, Begini Cara Kerja Sistem ETLE yang Sudah Berjalan di Jakarta

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X