Jacinda Ardern dan Semangat Kemanusiaan

Kompas.com - 29/03/2019, 22:02 WIB
PM Selandia Baru, Jacinda Ardern. AFP/MARTY MELVILLEPM Selandia Baru, Jacinda Ardern.

Begitu pula saat pemimpin dunia menghubunginya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengacungkan jempol atas sikap Ardern.

Ketika Presiden Trump meneleponnya dan bertanya apa yang Amerika bisa lakukan, dia menjawab, "Ramahlah kepada umat Islam".

Kini, kondisi di Selandia Baru perlahan mulai normal walau masih menyimpan khawatir dan sedih.

Belajar dari Selandia baru, kejadian memilukan ini tidak sampai menimbulkan beragam hoaks seperti yang biasa terjadi di Indonesia.

Tidak ada juga politisasi atas peristiwa itu. Tidak ada pula yang maki-maki dan demonstrasi untuk melampiaskan kemarahan.

Semuanya mendengarkan dan turut ke pemerintah karena mereka tahu pemerintah akan membuat kebijakan terbaik.

Peristiwa kekerasan itu, mengakibatkan 50 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Atas dasar iman, kita menerimanya sebagai ketentuan ilahi yang telah terjadi.

Meski kenyataan pahit, iman mengatakan bahwa di balik semua peristiwa, bahkan yang terpahit pun pasti ada hikmahnya.

Kesedihan mendalam kita alami karena para korban sedang melakukan ibadah yang tidak merugikan dan menyakiti orang lain. Mereka dibantai hanya karena mereka memiliki latar belakang berbeda.

Perbedaan suku ras dan agama harusnya diterima sebagai bagian dari ketentuan alam (sunatullah). Bahkan sesuatu yang selama ini oleh dunia yang beradab dipromosikan sebagai "keindahan" (beauty) dan kekayaan (treasure) dalam membangun peradaban dunia yang penuh harmoni.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X