Jacinda Ardern dan Semangat Kemanusiaan

Kompas.com - 29/03/2019, 22:02 WIB
PM Selandia Baru, Jacinda Ardern.AFP/MARTY MELVILLE PM Selandia Baru, Jacinda Ardern.

Sesungguhnya sikap welas asih itu tidak berbatas, tidak bersekat-sekat. Seperti juga dicontohkan langsung Sang Maha Rahim. Dia selalu membagi cahaya matahari kepada siapa saja, kepada setiap makhluk di bumi. Bahkan, kepada manusia yang sama sekali tidak percaya kepada-Nya!

Hikmah kearifan juga dicontohkan oleh Imam Ali, saat berjalan di salah satu gang di Kota Kufah, Irak. Ketika itu mata Imam Ali tertuju pada seorang lelaki yang sedang mengemis.

Dia sedih melihat kejadian itu, lalu berkata pada orang-orang di tempat tersebut, "Apa yang tengah aku saksikan ini?"

Salah seorang warga berkata, "Ia seorang Kristen yang sudah tua hingga tidak mampu bekerja lagi. Ia juga tidak memiliki harta untuk menjamin keluarganya. Maka dengan mengemis itu dia memenuhi kebutuhan hidupnya."

Mendengar jawaban itu, Imam Ali sedih dan berujar, "Ketika ia muda kalian pekerjakan dia, tapi setelah tua kalian tinggalkan?"

Kemudian Imam Ali mengambil sejumlah uang dari baitul mal muslimin untuk mencukupi kehidupan lelaki tua tersebut.

Imam Ali dalam pesan indah lainnya berkata, "Siagakan hatimu bagi kebaikan, pemaafan, kasih sayang, dan kelembutan kepada sesama manusia. Jangan pernah engkau bertindak kepada manusia seperti seekor binatang buas yang memuaskan diri dengan mencabik-cabik mangsanya."

Kemanusiaan merupakan landasan utama di dalam etika relasi antarmanusia, terlepas dari keberagaman dan keberbedaan diantara kita. "Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan." (Ali bin Abi Thalib as)

Kesadaran bahwa kemanusiaan adalah satu saat ini sedang mengalami ujian dan cobaan sangat besar baik pada tataran lokal, nasional, dan global.

Hal ini seharusnya menjadi kepedulian bersama, khususnya bagi bangsa yang memiliki landasan "kemanusiaan yang adil dan beradab" dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Khususnya umat beragama di Indonesia, kesadaran bahwa kemanusiaan dan keumatan adalah sama pentingnya dan merupakan esensi fundamental membangun kehidupan yang harmonis dan solid dalam sebuah komunitas yang penuh kebaragaman.

Kita semua harus memiliki kesadaran bahwa merawat persaudaraan dan kemanusiaan dalam keberagaman adalah adalah hal yang fundamental seraya tidak membuka peluang sekecil apa pun bagi masuknya bibit-bibit perpecahan dan radikalisme yang mengarah kepada kehancuran NKRI tercinta. Semoga!

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X