Jelang Debat Keempat, Istana Jelaskan soal Absennya Jokowi di Sejumlah Forum Internasional

Kompas.com - 28/03/2019, 18:14 WIB
Presiden Joko Widodo bersiap meresmikan MRT Jakarta fase I di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta Fase I Bundaran HI - Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer resmi beroperasi. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APresiden Joko Widodo bersiap meresmikan MRT Jakarta fase I di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta Fase I Bundaran HI - Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer resmi beroperasi.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodawardhani menegaskan Presiden Joko Widodo memang tak harus hadir langsung dalam seluruh forum internasional karena sudah berbagi tugas dengan wakil presiden Jusuf Kalla.

Hal ini disampaikan Jaleswari menjawab pendukung kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menjelang debat pilpres keempat dengan tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan serta hubungan internasional, kubu Prabowo-Sandi mengungkit kembali Jokowi yang kerap absen di sejumlah forum Internasional.

"Saya rasa ketidakhadiran Presiden jangan diartikan sesederhana itu. Artinya Presiden dan Wapres sejak awal sudah berbagi tugas. Ketidakhadiran Presiden dalam beberapa forum internasional itu kan juga sudah diwakilkan Pak JK," kata Jaleswari dalam diskusi 'Prediksi Isu Debat IV' di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Fadli Zon Yakin Prabowo Sangat Menguasai Tema Debat Keempat

Jaleswari menegaskan, meski Presiden kerap absen dalam forum internasional, namun diplomasi Indonesia dengan negara-negara lain tetap terjaga. Sebab, Jokowi tetap bertemu dengan para kepala negara dalam forum dan kesempatan yang berbeda.

"Misalkan di G20 tak bertemu dengan Presiden Trump. Tapi kan beliau bertemu dalam forum yang berbeda, yang akan membicarakan kurang lebih topik yang sama. Jadi jangan didikotomikan atau disederhanakan seperti itu," kata Jaleswari.

Jaleswari menegaskan bahwa dalam diplomasi internasional, yang terpenting bukan lah kehadiran langsung dari kepala negara. Menurut dia, hal yang terpenting adalah bagaimana Indonesia bisa berkontribusi sehingga target-target dalam forum itu bisa tercapai.

Baca juga: Ini Aturan dan Rancangan Debat Keempat Pilpres 2019

"Intinya dalam pertemuan itu apa sih yang sudah dicapai, itu kan. Artinya jangan dilihat ketidakhadirannya karena Presiden sudah diwakilkan oleh wapres," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said, memprediksi Prabowo bakal unggul di isu hubungan internasional saat debat keempat pilpres. Pasalnya, Sudirman menilai Presiden Joko Widodo memiliki kelemahan karena sering tak hadir dalam forum-forum internasional.

"Presiden kita itu sangat sering absen di forum-forum internasional, sementara Pak Prabowo, gaya, perilaku, dan juga minatnya luar biasa di bidang itu," kata Sudirman.

Adapun debat keempat akan digelar pada Sabtu (30/3/2019). Debat kali ini hanya akan mempertemukan Jokowi dan Prabowo sebagai capres.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua MPR Minta Calon Kepala Daerah Patuhi Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Ketua MPR Minta Calon Kepala Daerah Patuhi Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Nasional
Situasi Ekonomi dan Politik Genting, Petani hingga Masyarakat Adat Demo DPR dan Istana Besok

Situasi Ekonomi dan Politik Genting, Petani hingga Masyarakat Adat Demo DPR dan Istana Besok

Nasional
Soal Anggota Ombudsman yang Protes karena Dapat Bantuan Kuota, Ini Penjelasan Kemendikbud

Soal Anggota Ombudsman yang Protes karena Dapat Bantuan Kuota, Ini Penjelasan Kemendikbud

Nasional
Nasdem Usung 267 Kandidat di Pilkada 2020

Nasdem Usung 267 Kandidat di Pilkada 2020

Nasional
Eks Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Dituntut Hukuman 18 Tahun Penjara

Eks Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Dituntut Hukuman 18 Tahun Penjara

Nasional
Periksa Pejabat Imigrasi, Kejagung Dalami Perjalanan Pinangki Temui Djoko Tjandra

Periksa Pejabat Imigrasi, Kejagung Dalami Perjalanan Pinangki Temui Djoko Tjandra

Nasional
KPU: Siapa yang Berisiko Tertular Covid-19 kalau Pilkada Digelar? Kita Semua

KPU: Siapa yang Berisiko Tertular Covid-19 kalau Pilkada Digelar? Kita Semua

Nasional
Eks Direktur Utama Jiwasraya Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara

Eks Direktur Utama Jiwasraya Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara

Nasional
Soal Siswa Belum Dapat Bantuan Internet, Nadiem: Jangan Panik, Lapor ke Kepala Sekolah

Soal Siswa Belum Dapat Bantuan Internet, Nadiem: Jangan Panik, Lapor ke Kepala Sekolah

Nasional
Albertina: Izin Penyadapan Tak Bisa Dihubungkan dengan Kebocoran Informasi

Albertina: Izin Penyadapan Tak Bisa Dihubungkan dengan Kebocoran Informasi

Nasional
Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Nasional
Anita Kolopaking Minta 200.000 Dollar AS ke Djoko Tjandra untuk 'Success Fee'

Anita Kolopaking Minta 200.000 Dollar AS ke Djoko Tjandra untuk 'Success Fee'

Nasional
Istana Bantah Pergantian Jabatan Gatot Nurmantyo karena Pemutaran Film G30/PKI

Istana Bantah Pergantian Jabatan Gatot Nurmantyo karena Pemutaran Film G30/PKI

Nasional
Bawaslu Minta Paslon Pilkada 2020 Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Bawaslu Minta Paslon Pilkada 2020 Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Nasional
Mendikbud: Tidak Ada Kebijakan Apapun soal Perubahan Kurikulum...

Mendikbud: Tidak Ada Kebijakan Apapun soal Perubahan Kurikulum...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X