Jawab Sandiaga, Ma'ruf Paparkan Solusi untuk Turunkan Angka Pengangguran Muda

Kompas.com - 17/03/2019, 22:17 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berbicara dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berbicara dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan, ada solusi struktural dan non struktural untuk menurunkan angka pengangguran muda.

Hal ini dipaparkannya menjawab pertanyaan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno, dalam debat ketiga Pemilihan Presiden 2019, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam.

Sebelumnya, Sandiaga menanyakan visi Ma'ruf Amin untuk menurunkan angka pengangguran usia muda yang disebutnya sekitar 61 persen.

"Struktural, melakukan reformasi pendidikan dari tingkat bawah sampai universitas, terutama di tingkat SMK," kata Ma'ruf.

Oleh karena itu, lanjut dia, ia bersama Ma'ruf Amin akan melakukan revitalisasi SMK, politeknik, dan akademi sesuai dengan tuntutan pasar denganmelibatkan dunia usaha dan dunia industri.

Selain itu, Ma'ruf mengatakan, di level perguruan tinggi, mendorong munculnya cyber university.

"Campuran universitas konvensional dan cyber, sehingga menghasilkan sarjana yang kualitatif dan terbuka lapangan kerja di dalam dan luar negeri," ujar Ma'ruf.

Sementara, untuk solusi non struktural, diadakan pelatihan, balai latihan kerja, dan kursus-kursus. Untuk memberikan semangat, Ma'ruf kembali mengungkapkan adanya kartu pra kerja yang ditawarkan Jokowi-Ma'ruf.

"Dan memberikan insentif 6 bulan sampai 1 tahun" kata dia.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X