Jokowi: Kalau Saya Orang Politik, yang Benar Memang Pembangunan Fokus di Jawa

Kompas.com - 27/11/2018, 11:31 WIB
Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri dan para pejabat di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Istana Negara (10/10/2018) Dok. KemeneristekdiktiPresiden Jokowi saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri dan para pejabat di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Istana Negara (10/10/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, selama empat tahun kepemimpinannya, pemerintah mengedepankan prinsip Indonesia sentris dalam melaksanakan pembangunan.

Jokowi mengakui hal itu tak membawa keuntungan yang besar secara politik.

Ia menyebutkan, jika fokus ke politik, ia justru akan memusatkan pembangunan di Jawa, bukan di seluruh Indonesia seperti sekarang.

Sebab, kata Jokowi, Pulau Jawa didiami oleh hampir 60 persen persen penduduk Indonesia.

Baca juga: Jokowi Mengaku Minta Tol Bakauheuni-Palembang Rampung April 2019, Para CEO Tertawa

Ia menilai, jika pembangunan dipusatkan di Jawa akan membawa efek elektoral dan pertumbuhan ekonomi yang besar.

"Kalau saya orang politik yang benar memang dibangun di Jawa. Karena penduduk adat. Enam puluh persen penduduk kita ada di Jawa kurang lebih. Return ekonomi cepat kalau dibangun di sini di Jawa. Return politiknya juga baik karena 60 persen penduduk itu ada di Jawa," kata Jokowi dalam pidatonya pada acara HUT ke-18 Metro TV yang disiarkan Senin (26/11/2018) malam.

Namun, kata Jokowi, pemerintah telah memutuskan untuk membangun Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, pemerintah banyak membangun infrastrktur di daerah luar Jawa.

Baca juga: Jokowi Sebut Peringkat Kemudahan Mendirikan Usaha di Indonesia Naik Drastis

Jokowi menambahkan, keberpihakan pemerintah terhadap penduduk di luar Jawa adalah besarnya kucuran dana desa yang mencapai Rp 187 trilliun.

Dana tersebut sudah digunakan untuk membangun infrastruktur desa seperti jalan, jembatan, irigasi, Posyandu, dan selainnya.

"Bukan angka yang kecil ini untuk membangun infrastrumtur kecil yang ada di Indonesia baik jalan, jembatan-jembatan kecil, irigasi, embung kecil di desa, PAUD, Posyandu, BUMDES, semua dibangun dari dana desa selama empat tahun sebsar Rp 187 triliun," lanjut Jokowi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Nasional
Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Nasional
Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Nasional
Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Nasional
Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Nasional
Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

BrandzView
Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Nasional
HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

Nasional
Pada HUT IDI, Jokowi Sampaikan Dukacita untuk Dokter yang Gugur karena Covid-19

Pada HUT IDI, Jokowi Sampaikan Dukacita untuk Dokter yang Gugur karena Covid-19

Nasional
HUT IDI, Presiden Jokowi: Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Sistem Kesehatan

HUT IDI, Presiden Jokowi: Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Sistem Kesehatan

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Ada 63.556 Kasus Aktif Covid-19

UPDATE 24 Oktober: Ada 63.556 Kasus Aktif Covid-19

Nasional
Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.119, Pasien Covid-19 Sembuh Kini Ada 309.219 Orang

UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.119, Pasien Covid-19 Sembuh Kini Ada 309.219 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X