Ini Langkah Kemenhub Antisipasi Kepadatan pada Arus Balik Lebaran 2018 - Kompas.com

Ini Langkah Kemenhub Antisipasi Kepadatan pada Arus Balik Lebaran 2018

Kompas.com - 14/06/2018, 13:22 WIB
Posko Operasi Ketupat 2018 di Gedung NTMC Polri, Jakarta, Kamis (14/6/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Posko Operasi Ketupat 2018 di Gedung NTMC Polri, Jakarta, Kamis (14/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi puncak arus balik Lebaran 2018, terjadi pada 19 dan 20 Juni mendatang.

Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) membuat sejumlah persiapan untuk mengantisipasi padatnya lalu lintas di sepanjang arus balik.

Salah satunya, Kemenhub akan melarang truk bermuatan besar seperti tronton melintasi sepanjang jalur yang dilalui kendaraan pribadi dan bus penumpang.

Baca juga: Kima, Perempuan yang Kisahnya Viral karena Mudik Naik Vespa Tua dari Tangerang ke Lampung

"Untuk kendaraan sumbu tiga (tronton), nanti Pak Dirjen (Perhubungan Darat) akan membuat surat edaran kepada stakeholder agar kendaraan sumbu tiga diimbau tidak melalui jalur-jalur tol dan tol fungsional tersebut," ujar Budi Karya seusai menghadiri rapat di Gedung National Traffic Management Centre (NTMC) Polri, Jakarta, Kamis (14/6/2018).

Menurut Budi, arus balik diprediksi mulai terjadi pada hari kedua Lebaran atau pada 16 Juni 2018.

Oleh karena itu, warga diminta mengantisipasi kepadatan pada puncak arus balik.

Baca juga: Menhub Imbau Masyarakat Hindari Puncak Arus Balik

Budi mengimbau warga menggunakan sela waktu untuk memilih waktu kepulangan ke Jakarta.

Hal itu agar warga terhindar dari kemacetan panjang.

"Bagi mereka yang tidak ingin bermacet ria, pulanglah sebelum tanggal 19-20 atau setelah itu," kata Budi.


Komentar
Close Ads X