Fredrich Yunadi Melawan Hakim...

Kompas.com - 06/03/2018, 10:24 WIB
Fredrich Yunadi sebelum sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/3/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINFredrich Yunadi sebelum sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/3/2018).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.comFredrich Yunadi mempertahankan posisi duduknya saat hakim mengetuk palu tanda berakhirnya persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (5/3/2018).

Hingga seluruh majelis hakim berdiri dan meninggalkan ruang sidang, Fredrich tetap duduk di kursi terdakwa sambil merapikan dokumen di tangannya.

Sikap tersebut merupakan buntut dari upaya perlawanan yang ditujukan Fredrich kepada majelis hakim. Mantan pengacara Setya Novanto itu tak terima nota keberatan atau eksepsinya ditolak oleh majelis hakim.

Suara pria berkumis tebal dan berkepala plontos itu menggema di ruang sidang tak berapa lama setelah ketua majelis hakim Syaifuddin Zuhri membacakan amar putusan sela. Tiba-tiba, Fredrich menyatakan banding atas putusan sela yang sudah dibacakan.

Namun, ketua majelis hakim menjelaskan bahwa tidak ada upaya hukum lanjutan atas putusan sela yang sudah dibacakan. Hakim menganjurkan agar upaya hukum baru dilakukan setelah sidang pemeriksaan pokok perkara telah selesai.

Namun, Fredrich kembali menjawab dengan penuh emosi dan nada suara yang meninggi.

"Tetap kami akan menyatakan perlawanan. Mohon dicatat, kami banding dan menyatakan perlawanan atas putusan majelis hakim," kata Fredrich.

(Baca juga: Sambil Emosi, Fredrich Ajukan Banding karena Eksepsinya Ditolak)

Ditolak hakim

Fredrich mengajukan beberapa permohonan dan permintaan supaya dikabulkan oleh hakim. Pertama, Fredrich ingin agar materi praperadilan yang pernah dia ajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dapat dibahas lagi di Pengadilan Tipikor.

Kedua, Fredrich mempersoalkan status penyidik KPK yang sudah berhenti dari kepolisian.

Ketiga, Fredrich menuduh dokumen penyidikan yang dibuat KPK terhadap dirinya ada yang melanggar hukum. Ia pun meminta agar Ketua KPK Agus Rahardjo, Deputi Penindakan KPK Heru Winarko, hingga Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman dihadirkan di pengadilan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendagri Dorong Penyusunan DPT Pilkada Bersumber pada Dukcapil

Kemendagri Dorong Penyusunan DPT Pilkada Bersumber pada Dukcapil

Nasional
Sejumlah Pihak Tolak Omnibus Law, Mahfud Bantah Pemerintah Kurang Sosialisasi

Sejumlah Pihak Tolak Omnibus Law, Mahfud Bantah Pemerintah Kurang Sosialisasi

Nasional
Wapres: Pendidikan Literasi Anti-Hoaks Sudah Dicanangkan sejak Dini

Wapres: Pendidikan Literasi Anti-Hoaks Sudah Dicanangkan sejak Dini

Nasional
Diprotes Warga Tanjung Priok, Menkumham Yasonna Laoly Minta Maaf

Diprotes Warga Tanjung Priok, Menkumham Yasonna Laoly Minta Maaf

Nasional
Komisioner KPU Mengaku Dipanggil KPK sebagai Saksi Kasus Wahyu Setiawan

Komisioner KPU Mengaku Dipanggil KPK sebagai Saksi Kasus Wahyu Setiawan

Nasional
Mahfud MD: Pernyataan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi Merujuk Rekomendasi DPR

Mahfud MD: Pernyataan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi Merujuk Rekomendasi DPR

Nasional
Tunggu Perintah Atasan, Alasan Imigrasi Baru Ungkap Kedatangan Harun

Tunggu Perintah Atasan, Alasan Imigrasi Baru Ungkap Kedatangan Harun

Nasional
Istana Telusuri Simpang Siur Informasi Keberadaan Harun Masiku

Istana Telusuri Simpang Siur Informasi Keberadaan Harun Masiku

Nasional
Komisi II Usul Mendagri Jadi Leading Sector Rumusan UU Ibu Kota Negara

Komisi II Usul Mendagri Jadi Leading Sector Rumusan UU Ibu Kota Negara

Nasional
Mahfud MD Klarifikasi Pernyataan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi

Mahfud MD Klarifikasi Pernyataan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi

Nasional
Kejagung Sita 1.400 Sertifikat Tanah Para Tersangka Kasus Jiwasraya

Kejagung Sita 1.400 Sertifikat Tanah Para Tersangka Kasus Jiwasraya

Nasional
Makalah Calon Hakim Agung Sartono Diduga Plagiat saat Seleksi di DPR

Makalah Calon Hakim Agung Sartono Diduga Plagiat saat Seleksi di DPR

Nasional
Fraksi PAN Ingatkan Jangan Ada Penumpang Gelap di RUU Omnibus Law

Fraksi PAN Ingatkan Jangan Ada Penumpang Gelap di RUU Omnibus Law

Nasional
Sebagai Warga Tanjung Priok, Ma'ruf Amin Yakin Yasonna Dimaafkan

Sebagai Warga Tanjung Priok, Ma'ruf Amin Yakin Yasonna Dimaafkan

Nasional
Saksi Mengaku Diminta Bawahan Nurdin Basirun Sediakan Rp 70 Juta untuk Urus Izin

Saksi Mengaku Diminta Bawahan Nurdin Basirun Sediakan Rp 70 Juta untuk Urus Izin

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X