Sambil Emosi, Fredrich Ajukan Banding karena Eksepsinya Ditolak

Kompas.com - 05/03/2018, 15:36 WIB
Fredrich Yunadi sebelum sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/3/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINFredrich Yunadi sebelum sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/3/2018).
|
JAKARTA, KOMPAS.com - Suara Fredrich Yunadi tiba-tiba meninggi saat menaggapi putusan sela majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (5/3/2018). Fredrich selaku terdakwa tidak terima eksepsinya ditolak oleh majelis hakim.

"Siap kami mengerti (putusan hakim) dan kami langsung menyatakan banding," ujar Fredrich kepada hakim.

Namun, Ketua Majelis Hakim Syaifuddin Zuhri menjelaskan bahwa tidak ada upaya hukum lanjutan atas putusan sela yang sudah dibacakan oleh majelis hakim. Hakim menganjurkan agar upaya hukum baru dilakukan setelah sidang pemeriksaan pokok perkara telah selesai.

Namun, emosi dan suara keras Fedrich kembali menggema di ruang sidang. Fredrich membacakan pertimbangan berdasarkan buku yang ditulis oleh ahli hukum. Mantan pengacara Setya Novanto itu tetap meminta hakim mengakomodir permohonan banding yang ia ajukan.


Baca juga : Malu Pakai Rompi Tahanan KPK, Fredrich Yunadi Mengadu ke Hakim


"Tetap kami akan menyatakan perlawanan. Mohon dicatat, kami banding dan menyatakan perlawanan atas putusan majelis hakim," kata Fredrich.

Sebelumnya, dalam putusan sela, hakim menolak eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan terdakwa Fredrich Yunadi beserta penasehat hukumnya. Dengan demikian, persidangan terhadap Fredrich tetap berlanjut.


Dalam pertimbangan putusan, hakim menyatakan tidak sependapat dengan materi eksepsi yang menyatakan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai delik pidana umum. 

Menurut hakim, pasal tersebut masih termasuk dalam delik pidana khusus yakni tindak pidana korupsi.

Selain itu, hakim menilai surat dakwaan yang dibuat jaksa KPK telah memenuhi syarat-syarat yang diatur dalam Pasal 143 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Dakwaan telah menjelaskan identitas terdakwa secara lengkap dan menguraikan waktu dan tempat tindak pidana dilakukan.


Kompas TV Fredrich mengaku sudah menelpon pihak penyidik KPK bahwa Setya Novanto mengalami kecelakaan.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X