MUI Curiga Ada Rekayasa di Balik Rentetan Penyerangan Pemuka Agama

Kompas.com - 21/02/2018, 17:45 WIB
Kompas TV Hal ini disampaikan Buya, seusai menerima kunjungan sejumlah rohaniawan dan pegiat pluralisme di rumahnya

Benang merah

Sementara itu, Ari Dono menjelaskan bahwa kepolisian masih mencari benang merah dari peristiwa-peristiwa tersebut.

(Baca juga: Wiranto: 21 Kali Penyerangan ke Tokoh Agama, 15 Kali Pelakunya Tidak Waras)

Penyelidikan masih dilakukan di tempat masing-masing. Bahkan, Mabes Polri menerjunkan satuan tugas untuk membantu penyidik menuntaskan perkara tersebut.

Mengenai anggapan bahwa pelakunya orang gila, kata Ari, masih perlu didalami lebih lanjut secara medis.

"Kami mengungkapnya orang ini berperilaku tidak wajar karena dia tidak bisa beri keterangan sebagaimana orang sehat," kata Ari.

Untuk menentukan apakah pelaku kejiwaannya terganggu, kata Ari, dibutuhkan penelitian oleh dokter jiwa selama dua minggu.

Meski pelaku tak bisa diambil keterangan, polisi tak berhenti mengusutnya. Caranya dengan menggali keterangan dari para saksi dan lingkungan tempat tinggal pelaku.

"Kalau sekarang ada orang menganiaya orang lain, dari keterangan saksi dan kita liat sendiri perilakunya tidak normal, kita tetap gali ini siapa. Kalau berbuat apa dan motifnya, tergantung keterangan dia dan lingkungan," kata Ari.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X