Seruan Nabi Ibrahim dan Refleksi Gugatan Kepada Negara

Kompas.com - 31/08/2017, 19:41 WIB
Warga antre untuk mengurus pengembalian dana atau refund terkait permasalahan umroh promo di Kantor First Travel, Jakarta Selatan, Rabu (26/7). Otoritas Jasa Keuangan menutup program umroh promo 2017 First Travel karena menawarkan harga yang tidak wajar, sementara itu pihak First Travel membuka kesempatan bagi calon jamaah untuk melakukan refund dengan pengembalian dana 100 persen atau bersedia untuk diberangkatkan setelah musim Haji 2017 selesai. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Nz/17. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANWarga antre untuk mengurus pengembalian dana atau refund terkait permasalahan umroh promo di Kantor First Travel, Jakarta Selatan, Rabu (26/7). Otoritas Jasa Keuangan menutup program umroh promo 2017 First Travel karena menawarkan harga yang tidak wajar, sementara itu pihak First Travel membuka kesempatan bagi calon jamaah untuk melakukan refund dengan pengembalian dana 100 persen atau bersedia untuk diberangkatkan setelah musim Haji 2017 selesai. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Nz/17.
EditorAmir Sodikin

Ibrahim dan Ismail

Saya mencoba kembali ke awal. Hanya melalui satu indikasi saja, saya sudah dapat menyimpulkan bagaimana relativitas bisnis antara seorang Fuad Hasan Mansyur dengan Andi Surachman. Teropong bisa dari cara mereka melayani jemaah, dari gaya hidup dan gesture sosok, dari filosofi maupun cara merintis usaha startup, dan banyak parameter lain lagi.

Saya melihat ada dua tipe pebisnis yang berbeda: di satu pihak merintis dari keringat jauh beda dengan pihak lain merintis usaha melalui metode simsalabim maupun abrakadabra.

Memang, kita tidak bisa membandingkan apple to apple. Tapi, realitas empiris membuktikan, sampai hari ini, satu pihak berurusan dengan polisi, dan di pihak lainnya masih leluasa mengayuh roda bisnisnya secara seksama.

Kembali ke cerita awal, hari-hari ini umat Muslim melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah al-Mukarrahmah. Inilah seruan atau panggilan Nabi Ibrahim, ayah para nabi.

Baca juga: Korban First Travel: Saya Hanya Ingin Uang Pendaftaran Dikembalikan...

Inilah seruan suci dari Allah SWT agar Ibrahim menghancurkan tuhan-tuhan berhala Babilonia, perlawanan terhadap Raja Namrud yang kejam sampai akhirnya mukjizat Allah yang luar biasa membuat Ibrahim tak terbakar api.

Sampai akhirnya atas perintah Allah, Nabi Ibrahim meninggalkan Babilonia dan pergi ke Palestina. Sampai pada kisah Hajar yang memberinya anak Ismail, padahal perkawinan Ibrahim dengan Sarah putri Raja Chazan yang lebih awal belum dikaruniai anak.

Sampai pada waktu Ibrahim berada di Mekkah bersama Hajar dan Ismail, beliau bermimpi aneh. “Wahai anakku. Aku telah bermimpi dan melihat diriku menyembelih dirimu. Bagaimana pendapatmu?”

Singkat cerita, acara penyembelihan pun dimulai di Mina, 7 kilometer dari Mekkah. “Ayah, tolong nanti ikat tangan dan kakiku. Lalu tutuplah mataku,” kata Ismail kecil.

Kenapa? “Supaya aku tidak berontak waktu Ayah melaksanakan perintah Allah,” jawab Ismail. Sampai akhirnya Allah menebus Ismail dengan seekor domba besar. Pisau Ibrahim menempel di leher seekor domba, bukan di leher anak kesayangannya.

Dalam bahasa “langit” yang saya coba renungkan dan pahami sedikit demi sedikit hikmah kejadian ini, hanya orang-orang berhati suci, lapang dada, tabah, tawakkal, ikhlas, sehat dan mampu secara finansial—yang mendapat panggilan Allah SWT.  

Hadir memenuhi seruan Nabi Ibrahim.  Sebagai makhluk beriman, kita tentu percaya, di atas segalanya ada Tuhan Maha Pengatur segalanya, termasuk hal-hal gaib dalam kehidupan manusia.

Namun sebagai warga negara Republik dan mungkin dalam versi berbeda, para pecundang fraud berbagai kasus di Tanah Air, kita ibaratkan “korban”, kita juga harus meminta negara melakukan instrospeksi dan pertanggungjawaban.

Misalnya, apakah aparat negara telah menjalankan amanat atas tugas dari rakyat yang membiayai gaji mereka dari pajak warga negara maupun pajak korporasi? Apakah aparat negara telah melindungi warga negaranya dari praktik curang beragam fraud, atau budaya koruptif, dan sebagainya?

Tamsil gugatan ini, ibarat “Ismail” sebagai simbol anak kecil yang penurut pada sang Ayah, ibarat “rakyat jelata” yang sangat mencintai negara dan Tanah Air-nya, dan turut semua aturan negara, tapi seolah-olah negara “tutup mata” atas “kenakalan” aparatnya atas kejahatan korporasi, ataupun kejahatan atas nama tugas negara.

Untunglah Tuhan selalu punya cara untuk menyadarkan kita. Pengorbanan Nabi Ibrahim menyembelih anaknya Ismail adalah sebuah perintah Allah SWT melalui mimpi Ibrahim.

Sebuah metafora pengorbanan “cinta” yang luar biasa dari seorang ayah terhadap anak yang sangat ia sayangi. Mungkin itu juga metafora “Ismail” betapa manusia harus rela mengorbankan apapun benda berharga yang ia miliki bagi ketauhidan umat manusia.

Saya pun tak akan pernah lupa metafora sajak "Nisan" karya Chairil Anwar yang saya hapal di bangku sekolah menengah:

Nisan
Untuk nenekanda
Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertakhta

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua MPR Minta Calon Kepala Daerah Patuhi Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Ketua MPR Minta Calon Kepala Daerah Patuhi Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Nasional
Situasi Ekonomi dan Politik Genting, Petani hingga Masyarakat Adat Demo DPR dan Istana Besok

Situasi Ekonomi dan Politik Genting, Petani hingga Masyarakat Adat Demo DPR dan Istana Besok

Nasional
Soal Anggota Ombudsman yang Protes karena Dapat Bantuan Kuota, Ini Penjelasan Kemendikbud

Soal Anggota Ombudsman yang Protes karena Dapat Bantuan Kuota, Ini Penjelasan Kemendikbud

Nasional
Nasdem Usung 267 Kandidat di Pilkada 2020

Nasdem Usung 267 Kandidat di Pilkada 2020

Nasional
Eks Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Dituntut Hukuman 18 Tahun Penjara

Eks Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Dituntut Hukuman 18 Tahun Penjara

Nasional
Periksa Pejabat Imigrasi, Kejagung Dalami Perjalanan Pinangki Temui Djoko Tjandra

Periksa Pejabat Imigrasi, Kejagung Dalami Perjalanan Pinangki Temui Djoko Tjandra

Nasional
KPU: Siapa yang Berisiko Tertular Covid-19 kalau Pilkada Digelar? Kita Semua

KPU: Siapa yang Berisiko Tertular Covid-19 kalau Pilkada Digelar? Kita Semua

Nasional
Eks Direktur Utama Jiwasraya Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara

Eks Direktur Utama Jiwasraya Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara

Nasional
Soal Siswa Belum Dapat Bantuan Internet, Nadiem: Jangan Panik, Lapor ke Kepala Sekolah

Soal Siswa Belum Dapat Bantuan Internet, Nadiem: Jangan Panik, Lapor ke Kepala Sekolah

Nasional
Albertina: Izin Penyadapan Tak Bisa Dihubungkan dengan Kebocoran Informasi

Albertina: Izin Penyadapan Tak Bisa Dihubungkan dengan Kebocoran Informasi

Nasional
Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Nasional
Anita Kolopaking Minta 200.000 Dollar AS ke Djoko Tjandra untuk 'Success Fee'

Anita Kolopaking Minta 200.000 Dollar AS ke Djoko Tjandra untuk 'Success Fee'

Nasional
Istana Bantah Pergantian Jabatan Gatot Nurmantyo karena Pemutaran Film G30/PKI

Istana Bantah Pergantian Jabatan Gatot Nurmantyo karena Pemutaran Film G30/PKI

Nasional
Bawaslu Minta Paslon Pilkada 2020 Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Bawaslu Minta Paslon Pilkada 2020 Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Nasional
Mendikbud: Tidak Ada Kebijakan Apapun soal Perubahan Kurikulum...

Mendikbud: Tidak Ada Kebijakan Apapun soal Perubahan Kurikulum...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X