Kompas.com - 25/07/2017, 21:48 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Saksi kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Niko Panji Tirtayasa alias Miko, akan melaporkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Bareskrim Polri, Selasa (25/7/2017).

Hal itu diungkapkannya saat diundang dalam rapat Panitia Khusus Hak Angket KPK.

"Akan melaporkan empat tindak pidana itu. Malam ini juga," ujar Kuasa Hukum Nico, Firdaus, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa malam.

Empat dugaan tindak pidana akan dilaporkan oleh Niko.

Baca: Saksi Kasus Suap Akil Mochtar Ini Merasa Diistimewakan KPK

Pertama, mengenai tindakan memaksa orang memberi keterangan di bawah sumpah palsu.

Kedua, penyalahgunaan kewenangan, dan ketiga, indikasi perampasan kemerdekaan orang.

"Empat, indikasi tindak pidana menyuruh orang memberikan keterangan palsu di media massa," kata Firdaus.

Meski demikian, Firdaus enggan menyebutkan siapa saja penyidik yang akan dilaporkan.

"Lihat nanti saja," kata dia.

Dalam rapat Pansus, Niko mengaku sempat diancam oleh KPK dan jaksa untuk memberikan kesaksian pada kasus Akil.

Ia diminta untuk mengungkapkan kesaksian palsu dengan tujuan menjebloskan Akil Mochtar dan beberapa nama lain yang disebut.

Menurut dia, ada perlakukan istimewa yang diberikan oleh KPK daripada saksi-saksi lainnya.

Kompas TV Pansus Angket dan KPK Terus Bersitegang
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.