KPK Kemungkinan Ada Perbedaan dengan Pemerintah soal "Tax Amnesty"

Kompas.com - 25/04/2016, 22:50 WIB
Komisioner KPK Saut Situmorang saat menghadiri konferensi pers Transparency International Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2016). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKomisioner KPK Saut Situmorang saat menghadiri konferensi pers Transparency International Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2016).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang mengatakan, pihaknya akan menemui DPR untuk memberi masukan terkait pengampunan pajak atau tax amnesty.

Masukan-masukan itu, kata dia, rencananya akan disampaikan besok, Selasa (26 April 2016).

Sementara ini KPK belum bisa menyebutkan secara rinci poin-poin yang menjadi saran KPK untuk Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak itu.

"Belum bisa saya kemukakan di sini, tapi intinya ada perbedaan antara pikiran kami yang ada di KPK dengan pemerintah," kata Saut di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/4/2016).


Salah satu poin yang menjadi saran KPK adalah mengenai sistem penagihan pajak bagi wajib pajak. Hingga saat ini, kata Saut, Dirjen Pajak masih kesulitan menagih pajak para wajib pajak.

"Kenapa kita susah nagih-nagih pajak kan," kata Saut.

"Jangan-jangan di Jakarta banyak (penagih pajak) yang diancam-ancam, sehingga wajib pajak itu enggak bisa ditagih, ya kan," lanjut Saut.

Namun, yang disebutkan tadi hanya kemungkinan salah satu kasus. Karena setiap kasus memiliki modus yang berbeda-beda.

Maka dari itu, lanjut dia, jika memang penagihan pajak bisa diefisiensikan, maka menurut Saut, apa harus RUU Pengampunan Pajak perlu disahkan.

"Ada yang bilang (tax amnesty) ibarat 'kita memburu rusa, tapi hutan yang dibakar'. Ya kan jadi bukan rusanya yang ditembak. Tapi itu banyak perspektif. Kami masih lihat besok," tutur Saut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X