Calon Pimpinan KPK Ini Mengaku Hanya Miliki Rp 20 Juta di 4 Rekening

Kompas.com - 24/08/2015, 11:06 WIB
Calon pimpinan KPK, Agus Rahardjo, saat mengikuti wawancara tahap akhir yang digelar Pansel KPK, di Gedung Setneg, Jakarta, Senin (24/8/2015). INDRA AKUNTO/KOMPAS.comCalon pimpinan KPK, Agus Rahardjo, saat mengikuti wawancara tahap akhir yang digelar Pansel KPK, di Gedung Setneg, Jakarta, Senin (24/8/2015).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo, mengaku hanya memiliki uang Rp 20 juta di empat rekening bank atas nama dirinya. Agus berharap, harta kekayaannya ditelusuri dengan rinci oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Dari empat rekening saya, total hanya Rp 20 juta," kata Agus saat mengikuti wawancara tahap akhir yang digelar Pansel KPK di Gedung Setneg, Jakarta, Senin (24/8/2015).

Anggota Pansel KPK, Enny Nurbaningsih, meminta Agus menyebutkan harta kekayaannya berikut dengan penjelasan dan asal-usulnya. Pasalnya, Pansel KPK menerima laporan dari masyarakat terkait harta kekayaan Agus yang mencurigakan, dan dikaitkan dengan pengalamannya menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan.

Agus lalu membeberkan bahwa dirinya memiliki sebidang tanah di daerah Cariu, Jawa Barat. Ia membeli sebidang tanah itu pada 2003 dengan harga saat itu Rp 3.500 per meter persegi. (Baca: Capim KPK Agus: Koruptor Masih Ketawa, Kaya, Dihormati)


"Artinya sehektar Rp 35 juta. Hari ini (harganya) baru Rp 12.000 per meter persegi. Itu tanah yang enggak subur, saya menanam, (tanamannya) sering mati karena waktu kekeringan enggak ada air," ujar Agus.

Selain di Cariu, Agus juga mengaku memiliki satu kavling tanah di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Tanah tersebut ia beli sekitar tahun 1997 sebelum Indonesia dilanda krisis ekonomi, dengan harga sekitar Rp 170 juta, dan dibayar dengan cara diangsur.

"Saya berharap PPATK bisa menelusuri, 1997-2005, saya sering diundang lembaga di Paris. Delapan kali saya diundang," ucap Agus.

Agus mengaku mendapat penghasilan lebih saat beberapa kali diundang ke Paris untuk menjadi pembicara oleh OECD. Ia menyebut selalu mendapat sekitar 6.000 euro dari lembaga tersebut sehingga dapat menyisihkan uang untuk menabung.

Selanjutnya, Agus menyampaikan pernah memiliki Honda CRV, tetapi sudah dijual sejak beberapa tahun lalu. Ia juga memiliki sejumlah kendaraan angkut yang dibeli dengan cara mengangsur untuk menunjang usaha pengiriman sayur dan ternak dari Magetan.

Kepada Pansel KPK, Agus mengaku selalu meminjam uang ke bank saat menikahkan tiga anaknya. Ia mengaku baru dapat menabung lebih dan membeli kendaraan bekas pada beberapa hari lalu setelah salah satu mobil angkutnya lunas.

"Itu memang situasi keuangan saya satu setengah tahun terakhir. Mobil tidak punya, mantu (mengadakan pernikahan anak) ngutang ke bank. Saya yakin PPATK memiliki data itu secara kuat," pungkasnya.

Hari ini, tujuh calon pimpinan (capim) KPK menjalani seleksi tahap akhir, yaitu wawancara mendalam. Selain Agus, enam capim lain adalah Ade Maman Suherman, Alexander Marwata, Basaria Panjaitan, Budi Santoso, Chesna Fizetty Anwar, dan Firmansyah TG Satya.

Seleksi akhir terhadap 19 capim akan berlangsung hingga Rabu (26/8/2015). Kepada mereka, Pansel KPK akan memverifikasi sejumlah temuan Tim Penelusuran Rekam Jejak serta masukan dari sejumlah lembaga.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X