Mendagri: Presiden Dikritik Apa Pun Akan Terima

Kompas.com - 21/08/2015, 17:19 WIB
KOMPAS.com/Sabrina Asril Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan agar kepala daerah tidak bersikap antikritik atas setiap kebijakan yang mereka buat. Ia meminta kepala daerah dapat mencontoh Presiden Joko Widodo, yang selalu bersedia menerima kritik yang diberikan masyarakat maupun media massa.

"Bapak Presiden juga dikritik apa pun akan terima. Tapi, cara mengkritiknya juga jangan menghina lambang negara, harus perhatikan budaya ketimuran juga," kata Tjahjo saat melantik Penjabat Gubernur Kepulauan Riau Agung Mulyana di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jumat (21/8/2015).

Menurut Tjahjo, kritik merupakan salah satu alat penunjang pembangunan. Melalui kritik, kepala daerah dapat menerima masukan yang diperlukan untuk percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tjahjo mengingatkan agar kepala daerah dapat membangun komunikasi yang baik dengan forum pimpinan daerah masing-masing. Hal itu diperlukan untuk mengetahui problem apa saja yang dihadapi masyarakat sehingga dapat segera diambil langkah antisipasi dan penanganan persoalan itu.

"Keterpaduan pembangunan antarwilayah harus dilakukan, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Harus ada kontinuitas dan sinergi yang sama antar-pemda, baik di tingkat provonsi, kabupaten/kota, dan antar-forum pimpinan daerah," ujarnya.



EditorLaksono Hari Wiwoho
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X