Tim Hukum Klaim Prabowo-Hatta Menangkan Pilpres dengan 50,25 persen

Kompas.com - 25/07/2014, 21:56 WIB
Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa mengikuti Debat Final Pemilu Presiden 2014 dengan tema Pangan, Energi, dan Lingkungan di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (5/7/2014). Pemilu Presiden 2014 akan berlangsung 9 Juli mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa mengikuti Debat Final Pemilu Presiden 2014 dengan tema Pangan, Energi, dan Lingkungan di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (5/7/2014). Pemilu Presiden 2014 akan berlangsung 9 Juli mendatang.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota tim kuasa hukum calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, Maqdir Ismail menyatakan, sesungguhnya pasangan Prabowo-Hatta memenangkan laga pemilu presiden 2014.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil real count independennya yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera, Prabowo-Hatta unggul dengan perolehan suara 50,25 persen atau sejumlah 67.139.153 suara.

"Dalam hitungan yang kami sampaikan, menurut penghitungan kami, justru yang dimenangkan adalah pihak pemohon (Prabowo-Hatta)," ujar Maqdir di Gedung MK, Jakarta, Jumat (25/7/2014).

Maqdir menambahkan, pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla hanya memperoleh 49,74 persen atau sejumlah 66.435.124 suara. Selisih suara antara keduanya adalah 704.029 suara.

Dalam keputusan KPU yang dibacakan usai rekapitulasi nasional pada 22 Juli lalu mengatakan, jumlah total suara untuk pasangan nomor urut 1 capres Prabowo Subianto memperoleh 62.576.444 suara atau 46,85 persen, sedangkan pasangan nomor urut 2 capres Joko Widodo memperoleh 70.997.833 suara atau 53,15 persen dari total suara sah 133.574.277.

Maqdir mengatakan, pihaknya menemukan adanya pelanggaran pemilu yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Ia menuturkan, sebanyak 52.000 tempat pemungutan suara dengan jumlah pemilih sebanyak 21 juta orang semestinya dilakukan pemilihan suara ulang.

"Bukannya tidak siap menang atau kalah tapi kita ingin cari kebenaran dan keadilan yang lebih penting daripada kalah atau menang. Itu soal biasa saja," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud Jelaskan soal Insentif untuk Dokter RS Pulau Galang yang Belum Sepenuhnya Cair

Mahfud Jelaskan soal Insentif untuk Dokter RS Pulau Galang yang Belum Sepenuhnya Cair

Nasional
[POPULER NASIONAL] Pengacara Djoko Tjandra Ditahan | Kini Ada 123.503 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

[POPULER NASIONAL] Pengacara Djoko Tjandra Ditahan | Kini Ada 123.503 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Sejumlah Kendala Penyandang Tuli Saat Pandemi Covid-19...

Sejumlah Kendala Penyandang Tuli Saat Pandemi Covid-19...

Nasional
Mahfud: Rancangan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Sudah Disampaikan ke Menkumham

Mahfud: Rancangan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Sudah Disampaikan ke Menkumham

Nasional
Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Nasional
Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Nasional
Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Nasional
Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Nasional
Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Nasional
Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Nasional
Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Nasional
KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

Nasional
Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Nasional
Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X