Gerindra: Kalau Tidak Bagi-bagi Kursi, Mau Dimakan Sendiri?

Kompas.com - 13/04/2014, 13:16 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Kompas.com/SABRINA ASRILWakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menegaskan, bagi-bagi kursi di dalam koalisi partai politik di pemerintahan itu merupakan hal yang wajar. Ia justru mempertanyakan sikap partai yang tidak ingin berbagi kursi di dalam pemerintahan.

“Kalau tidak bagi-bagi kursi, terus mau dimakan sendiri? Kalau tidak bagi-bagi kursi, omong kosong itu,” kata Fadli saat dihubungi Kompas.com, Minggu (13/4/2014).

Menurut Fadli, sistem pemerintahan yang dilakukan di negara lain seperti di Eropa dan Amerika juga menerapkan hal yang sama. Hal itu dilakukan guna memperkuat koalisi dalam menjalankan roda pemerintahan.

Meski begitu, ia mengatakan, kursi yang nantinya dibagikan, tak harus selalu diduduki oleh para elit partai politik tertentu. Menurutnya, kursi-kursi itu bisa diduduki oleh para profesional yang dianggap berkompeten untuk menduduki posisi tersebut. “Menurut saya ahistoris, tidak ada negara yang tidak menerapkan sistem itu,” katanya.


Sebelumnya, bakal calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, partainya akan menghilangkan tradisi bagi-bagi kursi menteri ketika berkoalisi dengan partai politik lain. Menurut Jokowi, Partai Nasdem yang telah berkoalisi dengan PDI-P telah menyetujui hal itu.

"Kita mempunyai sebuah platform yang sama. Ini yang ingin kita bangun ke depan. Kemudian juga membuang jauh-jauh karakter transaksional, karakter bagi-bagi kursi, karakter bagi-bagi menteri. Kami, PDI-P dan Nasdem setuju dengan itu," kata Jokowi di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Sabtu (12/4/2014).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X