Kompas.com - 10/11/2013, 08:46 WIB
Mencari pemimpin yang baik. KOMPASMencari pemimpin yang baik.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com
—  Elite politik di Indonesia sekarang, terutama para pemimpin di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, dituntut memberi teladan semangat kepahlawanan. Kepentingan bangsa dan negara harus diutamakan. Jika perlu, dengan mengorbankan kepentingan pribadi, keluarga, ataupun partai.

”Mulai dengan pengorbanan di pihak mereka dan menyadarinya sebagai bagian untuk membentuk kehidupan bersama yang lebih baik. Mulai dari yang sederhana, seperti tolak pensiun untuk anggota DPR, stop perlombaan mobil mewah di kalangan pejabat, kurangi anggaran yang tidak perlu atau pemborosan. Kalau sukses, baru maju ke soal-soal yang lebih rumit,” kata sejarawan Hilmar Farid di Jakarta, Sabtu (9/11).

Indonesia kembali memperingati Hari Pahlawan, 10 November. Selain negara memberi gelar pahlawan nasional kepada beberapa tokoh, banyak kelompok masyarakat menggelar peringatan, seperti diskusi atau upacara. Upaya itu dilakukan untuk kembali merenungkan makna kepahlawanan dan menerapkan semangat pengorbanan untuk bangsa dalam situasi sekarang.

Menurut Hilmar, kepahlawanan menuntut pengorbanan diri. Dalam proses mendirikan dan mempertahankan negara, hal itu tampak. Pada zaman sekarang, semangat kepahlawanan bisa diwujudkan dalam bentuk kerelaan berkorban untuk kepentingan bersama.

Namun, kepahlawanan pemimpin perjuangan kemerdekaan tidak mungkin dibandingkan dengan para pembesar hari ini. Para pejuang mengorbankan banyak hal untuk negara, sementara elite politik saat ini justru merusak apa yang susah payah diperjuangkan untuk kepentingan sendiri. Negara menjadi sumber akumulasi kekayaan yang paling utama bagi para pemimpin dan elite politik. Karena itulah, korupsi dan nepotisme marak.

Pahlawan rakyat

Secara terpisah, Sinta Nuriyah Wahid, istri almarhum Presiden KH Abdurrahman Wahid, mengungkapkan, ada orang-orang yang melakukan tindakan kepahlawanan dalam skala masing-masing, tetapi tidak tersiarkan kepada publik. Ada seorang tukang becak yang menyisihkan sedikit uang untuk membeli bibit pohon dan menanamnya di Banjarmasin (Kalimantan Selatan) atau perempuan pengusaha kecil yang mempertahankan usaha kerajinan agar tetap bisa mempekerjakan orang-orang cacat di Surabaya (Jawa Timur).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Kita jangan terpaku pada konsep besar tentang kepahlawanan, melainkan kembali pada sisi-sisi kemanusiaan dengan mengorbankan diri demi kepentingan masyarakat, tanpa pamrih. Setiap orang sebenarnya bisa menumbuhkan sikap kepahlawanan. Para pemimpin semestinya memberikan contoh bersikap seperti itu,” katanya.

Bagi peneliti sejarah JJ Rizal, para pahlawan masa lalu rela berkorban karena memiliki komitmen moral untuk memperjuangkan kemerdekaan. Mereka mengembangkan nilai dan hasrat membangun negara dengan dasar kemanusiaan yang modern, maju, dan progresif. Demi meraih kemaslahatan bersama, mereka mau melewati kepentingan nafsu-nafsu, berani menunda datangnya imbalan dari jerih payah, menempuh jalan panjang penuh kesulitan, hidup dari penjara ke penjara, pembuangan, bahkan kematian.

Ketika diperkenalkan Soekarno pada 10 November 1949, gelar pahlawan merupakan sumber nilai keteladanan. Gelar itu bukan semata untuk elite, melainkan juga rakyat biasa, seperti ditegaskan Soekarno melalui Patung Pahlawan yang sohor kemudian disebut Patung Pak Tani. Namun, setelah tahun 1965, pemilihan pahlawan oleh negara lebih merupakan urusan politik ketimbang sejarah. Para pendiri bangsa dikedepankan sebagai tokoh keramat dan dikekang untuk diuji pemikirannya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

Nasional
Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Ma'ruf: Pemerintah  Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Ma'ruf: Pemerintah Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Nasional
Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video 'Lapor Cak Imin Aja!'

Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video "Lapor Cak Imin Aja!"

Nasional
UNJ Disebut Akan Ubah Aturan demi Beri Gelar untuk Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

UNJ Disebut Akan Ubah Aturan demi Beri Gelar untuk Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Nasional
KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

Nasional
Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Nasional
Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Nasional
Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Nasional
Dodi Alex Noerdin Jadi Tersangka, OTT yang Sita Miliaran Rupiah di Tas dan Kantong Plastik...

Dodi Alex Noerdin Jadi Tersangka, OTT yang Sita Miliaran Rupiah di Tas dan Kantong Plastik...

Nasional
Hormati Hukum, Partai Golkar Prihatin Kasus Korupsi Menjerat Dodi Alex Noerdin

Hormati Hukum, Partai Golkar Prihatin Kasus Korupsi Menjerat Dodi Alex Noerdin

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jokowi Malu Buka Investasi Tak Direspons | Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Jadi Tersangka KPK

[POPULER NASIONAL] Jokowi Malu Buka Investasi Tak Direspons | Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Jadi Tersangka KPK

Nasional
Dirgahayu Korps Paskhas TNI AU, Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana

Dirgahayu Korps Paskhas TNI AU, Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.