Salin Artikel

Politisi PPP Ingatkan agar Komisioner KPK Tak Ancam Partai Politik

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ade Irfan Pulungan mengingatkan agar komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memberikan ancaman terhadap partai politik.

Sebab, partai politik berwenang untuk memilih para komisioner lembaga antirasuah tersebut.

"Komisioner KPK itu dipilih parpol lho. Ketika mau dipilih jadi komisioner, mendekati parpol, begitu sudah selesai, diancam-ancam, enggak boleh juga kan," kata Irfan dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1/2020).

Hal itu disampaikan Irfan ketika dimintai tanggapan mengenai gebrakan yang harus dilakukan para pimpinan KPK periode 2019-2023.

Menurut Irfan, pimpinan KPK periode ini mesti memperhatikan sektor pencegahan korupsi, termasuk pencegahan korupsi di lembaga legislatif dan partai politik.

"Kalau misalnya periode kemarin yang lebih dominan (korupsi) di legislatif, parpol, ya benahi parpol itu, tapi jangan ditakuti seolah-olah kita orang bersalah ini. Saya tidak setuju juga kalau KPK berhadap-hadapan dengan parpol karena parpol adalah pilar demokrasi," ujar Irfan.

Irfan menambahkan, proses pencegahan juga bisa dilakukan dengan mengingatkan pihak-pihak yang terindikasi akan melakukan korupsi.

"Misalnya kalau ada indikasi dilakukan dengan sengaja, diingatkan, tidak bisa ya sudah. Kalau bisa dilakukan pencegahan secara dini, ya jangan di blow up," kata Irfan.

Di samping itu, Irfan mengingatkan KPK untuk menuntaskan kasus-kasus yang masih mangkrak serta meningkatkan indeks persepsi korupsi.

https://nasional.kompas.com/read/2020/01/11/18122491/politisi-ppp-ingatkan-agar-komisioner-kpk-tak-ancam-partai-politik

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Nasional
Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Nasional
Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Nasional
UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

Nasional
Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Nasional
Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Nasional
Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Nasional
BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

Nasional
UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Nasional
Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Nasional
Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

Nasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.