Kemendagri Usulkan Anies-Sandi Dilantik 16 Oktober - Kompas.com

Kemendagri Usulkan Anies-Sandi Dilantik 16 Oktober

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com - 28/09/2017, 09:54 WIB
Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno memberi sambutan di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017). Quick count lembaga survei untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta mengunggulkan pasangan ini atas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno memberi sambutan di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017). Quick count lembaga survei untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta mengunggulkan pasangan ini atas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.


JAKARTA, KOMPAS.com -
Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Sumarsono, mengungkapkan pelantikan gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uni, akan dilakukan pada 16 Oktober 2017.

Tanggal itu dipilih lantaran masa jabatan Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat berakhir pada 15 Oktober 2017.

"Secara ideal kami mengusulkan kepada Pak Setneg (Sekretaris Negara) kira-kira 16 Oktober. Karena (15 Oktober) hari libur tidak boleh diadakan pelantikan. Karena Undang-Undang mengatakan pelantikan dilaksanakan pada hari kerja," kata Sumarsono, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Rencananya, pelantikan Gubernur DKI akan bersamaan dengan Gubernur DI Yogyakarta.

Awalnya pelantikan Gubernur DI Yogyakarta dijadwalkan pada 10 Oktober, namun Sumarsono mengatakan berupaya menggabungkan dengan DKI Jakarta.

Semetara pelantikan kepala daerah lainnya akan disesuaikan berdasarkan habisnya masa jabatan masing-masing kepala daerah.

Adapun kepala daerah terpilih yang berstatus tersamgka, Sumarsono mengatakan akan tetap dilantik, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Dia mengungkapkan, pada Pilkada 2017 terdapat 7 kepala daerah yang terkena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jadi tersangka ya tetap saja jalan dilantik terus. Kalaupun dia ditahan posisinya tetap dilantik kemudian langsung diberhentikan pada hari itu seperti kemarin di Buton," ujar Sumarsono.

Kompas TV Selamat Datang Gubernur Baru Jakarta - Dua Arah (Bag 3)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorIndra Akuntono
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM