Sri Mulyani: Banyak Kepala Desa Tak Siap Dapat Uang Miliaran - Kompas.com

Sri Mulyani: Banyak Kepala Desa Tak Siap Dapat Uang Miliaran

Ihsanuddin
Kompas.com - 14/09/2017, 16:21 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat hadir dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 72.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat hadir dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 72.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, banyak Kepala Daerah yang tidak siap untuk mengelola dana desa. Hal ini lah yang menyebabkan dana desa kerap dikorupsi.

"Banyak Kepala Desa yang enggak pernah siap untuk tiba-tiba dapatkan uang dari yang tadinya Rp 500 juta sekarang capai minimal Rp 800 juta sampai Rp 2,5 miliar - Rp 3 miliar," kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Pada tahun 2017, pemerintah menganggarkan Rp 60 triliun untuk dana desa. Dana tersebut dibagikan kepada 75.000 desa di seluruh Indonesia.

"Mereka yang tadinya enggak pernah menerima dan kelola uang sebanyak itu langsung di desa dalam bentuk cash itu adalah satu persoalan sendiri," tamba Sri Mulyani.

(Baca: Korupsi Dana Desa, Kepala Desa di Maluku Tengah Ditahan)

Sri Mulyani menyebut, baru 10 persen kepala desa yang memiliki kapasitas untuk mengelola dana dengan tepat bagi kepentingan masyarakat.

"Itu butuh kepemimpinan untuk rembuk desa, ini uang sekian buat apa, apa yang dibutuhkan. Desa yang pernah saya kunjungi, dia langsung pimpinan bisa identifikasi. Rumah tangga miskin langsung dibikin WC, itu sesuatu yang bisa dilakukan, 40 rumah jelek diperbaiki," ucap perempuan yang akrab disapa Ani ini.

Selain di kepala desa, Sri Mulyani menilai masalah lainnya adalah pada pihak yang menjadi pelaksana. Banyak masyarakat desa tidak memiliki kemampuan untuk langsung menjalankan proyek.

"Persoalannya apakah masyarakat desa bisa didik bisa jadi tukang, jalan dan lain-lain. Itu hal yang memang clear konkret di masyarakat," kata dia.

 

(Baca: Jokowi: Dana Desa Gede Banget, Harus Ada Pengawasan)

"Belum kalau desa ingin buat yang disebut badan usaha desa. Ini Bumdes bentuknya seperti apa, aset buat apa, bagaimana kegiatan ekonomi, siapa yang kerja, produknya apa, produk jadi sesuatu yang dipasarkan, siapa yang beli. Itu kan satu entitas," tambahnya.

Sri Mulyani memastikan, pemantauan dan perbaikan terus akan dilakukan agar dana desa bisa terelisasi sesuai dengan idenya. Apalagi alokasi anggarannya terus meningkat.

"Kita harap dana desa itu kemiskinan di akar rumput bisa selesai karena menyentuh masyarakat langsung," ujarnya.

Kompas TV Tim Reskrim Polres Merangin, Jambi, meringkus empat pelaku perampokan dana desa.

 

PenulisIhsanuddin
EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM