Tiba di Myanmar, Menlu Bahas Pembangunan Rumah Sakit Indonesia - Kompas.com

Tiba di Myanmar, Menlu Bahas Pembangunan Rumah Sakit Indonesia

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com - 04/09/2017, 10:49 WIB
Menlu RI, Retno Marsudi.Roslan RAHMAN / AFP Menlu RI, Retno Marsudi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Duta Besar RI untuk Yangon dan sejumlah delegasi tiba di Naypyitaw, Myanmar, Senin (4/9/2017) pada pukul 09.00 waktu setempat.

Mereka datang ke Naypytaw untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, State Counsellor Myanmar, dan sejumlah Menteri lainnya.

Salah satu yang dibahas, yakni progres pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Myauk U, Rakhine State.

“Pembangunan tahap pertama Rumah Sakit Indonesia telah selesai dilakukan. Tahap Pertama ini meliputi pengurukan tanah sehingga rumah sakit tersebut tidak rentan terhadap banjir serta pembangunan pagar," tutur Retno mengutip keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Senin (4/9/2017).

 

(baca: Jokowi Minta Myanmar Hentikan Kekerasan terhadap Warga)

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia saat ini masuk ke tahap kedua, yaitu pembangunan ruang dokter dan perawat.

Direncanakan pembangunan tahap kedua akan selesai dalam waktu dua bulan.

Setelah itu, tahap ketiga berupa pembangunan gedung utama rumah sakit akan dimulai.

Bangunan rumah sakit menempati tanah dengan luas sekitar 8.000 meter persegi dan luas bangunan lebih dari 1.000 meter persegi.

(baca: Jokowi: Menangani Masalah Myanmar Tak Cukup dengan Kecaman)

Pelaksanaan pembangunan rumah sakit sepenuhnya dilakukan oleh kontraktor dan pekerja Myanmar yang terdiri dari warga Rakhine dan muslim di sana.

Retno menambahkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia ini sangat diharapkan di wilayah tersebut.

"Diharapkan dengan selesainya pembangunan rumah sakit tersebut, maka pelayanan kesehatan untuk semua masyarakat di Rakhine State akan dapat dilakukan dengan baik," lanjut Retno.

Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta pemerintah Myanmar menghentikan dan mencegah kekerasan terhadap warganya, khususnya etnis Rohingya.

(baca: Solidaritas Tanpa Batas Suku dan Agama untuk Warga Muslim Rohingya)

Jokowi menyesalkan aksi kekerasan di Rakhine, Myanmar, yang menyebabkan puluhan ribu warga melarikan diri.

Hal itu disampaikan oleh Jokowi dalam pernyataan resmi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (3/9/2017).

Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.

(baca: Cak Imin: Kekerasan terhadap Warga Rohingya Bukan Konflik Agama)

Kepala Negara mengatakan, sore tadi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah berangkat ke Myanmar untuk meminta pemerintah Myanmar agar memberikan perlindungan kepada semua warganya, termasuk Muslim di Myanmar.

Presiden menyampaikan penyesalannya atas aksi kekerasan yang terjadi di Myanmar sejak dua pekan lalu.

"Saya dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State Myanmar, perlu sebuah aksi nyata tidak hanya kecaman-kecaman," kata Jokowi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorSandro Gatra
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM