Kompas.com - 04/09/2017, 09:33 WIB
Pengungsi baru Rohingya menunggu bisa masuk kamp pengungsi sementara Kutupalang, Cox Bazar, Bangladesh, Rabu (30/8/2017). ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMMAD PONIR HOSSAINPengungsi baru Rohingya menunggu bisa masuk kamp pengungsi sementara Kutupalang, Cox Bazar, Bangladesh, Rabu (30/8/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Solidaritas terhadap kemanusiaan tidak mengenal batas suka dan agama. Di tengah banyak kecaman terhadap Pemerintah Myanmar yang seolah membiarkan kekerasan mematikan yang dialami oleh warga Rohingya, sejumlah elemen masyarakat Indonesia justru menggalang solidaritas nyata bagi warga Rohingya.

Minggu (3/9/2017) siang, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar bertemu dengan Bhiksu Dutavira Mahastavira atau Suhu Benny dan pemuka agama Budha lainnya di Wihara Dharma Bakti, Glodok, Jakarta Barat.

Mereka menggelar dialog terkait persoalan yang dialami warga Rohingya dan bermaksud menggalang solidaritas yang lebih luas.

Sebelum menggelar dialog, politisi yang akrab Cak Imin itu sempat berkeliling wihara didampingi Suhu Benny dan Dewan Majelis Syuro PKB Abdul Ghofur. Suasana hangat dan akrab terlihat dari pertemuan ketiga tokoh itu.

(Baca: Jokowi: Menangani Masalah Myanmar Tak Cukup dengan Kecaman)

Usai berkeliling, mereka pun duduk bersama dan berdialog. Cak Imin membuka dialog dengan mengungkapkan bahwa persoalan Rohingya perlu direspons dengan merajut solidaritas dalam mendesak pemerintah Myanmar menghentikan tindakam kekerasan.

Dia pun menegaskan peristiwa kekerasan yang terjadi tersebut tidak ada kaitannya dengan konflik agama antara umat muslim dan Budha.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini perlu kami sampaikan supaya jangan peristiwa di Myanmar disalahpahami sebagai konflik agama. Ini tidak ada kaitannya dengan konflik agama," ujar Muhaimin.

Muhaimin mengatakan, tidak dipungkiri sejak peristiwa kekerasan terhadap warga Rohingya terjadi satu tahun lalu, banyak pihak yang mengaitkannya dengan isu agama. Mengingat mayoritas masyarakat Myanmar memeluk agama Budha dan Rohingya beragama Islam.

Namun, lanjut Cak Imin, tindak kekerasan pemerintah Myanmar justru mendapat kecaman dari seluruh tokoh agama, tidak terkecuali pemuka agama Budha di Indonesia.

(Baca: Cak Imin: Warga NU dan PKB Sisihkan Gaji Satu Bulan untuk Rohingya )

"Hari ini yang punya akses ke sana adalah Indonesia dan Indonesia akan all out membantu seluruh persoalan yang dihadapi warga Rohingya. Apalagi Suhu Benny menyatakan bahwa tidak ada kaitan antara saudara kita di Indonesia dengan yang ada di Myanmar terutama yang menyangkut pandangan mazhab dan personal yang melakukan itu," kata Cak Imin.

Muhaimin mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh keluarga besar PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) menyisihkan gaji satu bulan sebagai bantuan untuk warga Rohingya.

"Saya telah menggalang bantuan. Insya Allah seluruh keluarga besar PKB dan NU seluruhnya memyerahkan gaji satu bulan dan akan kami kirim ke Rohingya," ungkapnya.

"Warga NU entah itu PNS, anggota DPR, kepala daerah sampai menteri, saya minta untuk memberikan gajinya satu bulan. Kecuali tukang sapu mungkin hanya 10 persen. Semua kita minta terlibat dari tukang sapu hingga menteri. Sudah setuju semua," kata dia.

Cak Imin menuturkan, seluruh bantuan yang berhasil dikumpulkan akan diserahkan secara langsung ke warga Rohingya di Myanmar. Oleh sebab itu, Cak Imin mendesak pemerintah Myanmar untuk membuka akses bantuan dari luar, khususnya dari Indonesia.

"Kami minta, melalui Kedubes Myanmar di Jakarta agar pemerintah Myanmar agar secepatnya membuka kerja sama dengan kita dan akses bantuan. Kiriman ini bisa masuk kalau ada akses," ucapnya.

Selain bantuan dana, kata Cak Imin, NU juga menyiapkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk lain seperti makanan, obat-obatan, tenaga medis dan pakaian.

"Selain itu kami juga ingin memastikan keselamatan seluruh warga Rohingya dan supaya tidak terjadi kekerasan lagi," tutur Cak Imin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komnas HAM: Cegah Siapapun Jadi Korban dalam Konflik Kekerasan di Papua

Komnas HAM: Cegah Siapapun Jadi Korban dalam Konflik Kekerasan di Papua

Nasional
Hari Terakhir PPKM, Ini Perkembangan Situasi Covid-19 di Indonesia

Hari Terakhir PPKM, Ini Perkembangan Situasi Covid-19 di Indonesia

Nasional
4.190.763 Kasus Covid-19 dan Target 70 Persen Vaksinasi Akhir Tahun

4.190.763 Kasus Covid-19 dan Target 70 Persen Vaksinasi Akhir Tahun

Nasional
Kemenkes Tegaskan Pesan Singkat Berkedok Cek Status Vaksinasi Covid-19 Hoaks

Kemenkes Tegaskan Pesan Singkat Berkedok Cek Status Vaksinasi Covid-19 Hoaks

Nasional
[POPULER NASIONAL] Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat | Permohonan Amnesti untuk Saiful Mahdi

[POPULER NASIONAL] Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat | Permohonan Amnesti untuk Saiful Mahdi

Nasional
[POPULER NASIONAL] Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat | Amnesti untuk Saiful Mahdi

[POPULER NASIONAL] Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat | Amnesti untuk Saiful Mahdi

Nasional
Jokowi Sigap Saat Jadi Saksi Nikah Influencer, Lepas Tangan soal TWK KPK

Jokowi Sigap Saat Jadi Saksi Nikah Influencer, Lepas Tangan soal TWK KPK

Nasional
LPSK Sayangkan Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri

LPSK Sayangkan Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri

Nasional
Jokowi Sudah Terima Surat Rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman soal TWK KPK

Jokowi Sudah Terima Surat Rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman soal TWK KPK

Nasional
Perempuan dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional 2024

Perempuan dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional 2024

Nasional
Indonesia Kembali Terima 1,1 Juta Dosis Vaksin Pfizer

Indonesia Kembali Terima 1,1 Juta Dosis Vaksin Pfizer

Nasional
Ombudsman Beri Rekomendasi TWK KPK ke Presiden Sesuai Perintah UU

Ombudsman Beri Rekomendasi TWK KPK ke Presiden Sesuai Perintah UU

Nasional
UPDATE: 192.413 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 4,76 Persen

UPDATE: 192.413 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 4,76 Persen

Nasional
145 Kematian akibat Covid-19 Dalam 24 Jam Terakhir, Tertinggi Sumatera Utara

145 Kematian akibat Covid-19 Dalam 24 Jam Terakhir, Tertinggi Sumatera Utara

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.234 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jatim dengan 234

UPDATE: Sebaran 2.234 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jatim dengan 234

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.