Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar 6 Kandidat Pengganti Irjen Karyoto di KPK, Ada Staf Ahli Kapolri hingga Kajati Kepri

Kompas.com - 23/08/2023, 19:51 WIB
Syakirun Ni'am,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

Kekayaannya didominasi oleh lima bidang tanah dan bangunan di Jakarta, Depok, dan Surabaya senilai Rp 6.350.000.000.

Ia juga memiliki alat transportasi Rp 131.500.000, harta bergerak lain Rp 77 juta, serta kas dan setara kas Rp 761.135.660.

Baca juga: Karyoto Jadi Kapolda Metro Jaya, KPK Akan Tunjuk Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi

3. Brigjen Rakhmad Setyadi

Rakhmad merupakan kandidat pengganti Karyoto yang pernah bertugas di sebagai Staf Khusus (Stafsus) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Ia dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Tindak Pidana Tertentu (Pidter) di Bareskrim Polri.

Saat masih menjadi Stafsus, Rakhmad melaporkan LHKPN senilai Rp 689.150.000. Laporan disampaikan pada 20 Januari 2022.

Harta Rakhmad terdiri dari tanah dan bangunan di Kota Semarang senilai Rp 650 juta, mobil Rp 200 juta, harta bergerak lain Rp 30 juta, kas dan setara kas Rp 109.150.000.

Ia juga tercatat memiliki utang sebesar Rp 300 juta.

Baca juga: Usut soal TPPU, KPK Duga Lukas Enembe Beli Jet Pribadi

4. Brigjen Bahtiar Ujang Purnama

Kandidat berikutnya adalah Bahtiar Ujang Purnama. Ia merupakan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK.

Bahtiar merupakan perwira polisi berpangkat Brigjen. Ia tercatat melaporkan LHKPN sebesar Rp 8.864.000.000 yang didominasi delapan bidang tanah dan bangunan senilai Rp 5.050.000.000.

Bahtiar juga melaporkan empat kendaraan senilai Rp 924.000.000, harta bergerak lain Rp 650 juta, serta kas dan setara kas Rp 955 juta. Kemudian, tercatat memiliki harta lain sebesar Rp 1.285.000.000.

5. Kumbul Kusdwijanto Sudjadi

Sosok berikutnya adalah Direktur pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Kumbul Kusdwijanto Sudjadi.

Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 12 Januari 2023, Kumbul memiliki harta Rp 7.340.442.686.

Kekayaan Kumbul didominasi kas dan setara kas sebesar Rp 5 miliar.

Baca juga: ICW Minta Megawati Desak KPK Tangkap Harun Masiku Ketimbang Usul Dibubarkan

Ia juga melaporkan kepemilikan tiga tanah dan bangunan senilai Rp 1.405.000.000. Salah satu di antaranya merupakan hibah tanpa akta.

Kemudian, Kumbul juga melaporkan kepemilikan empat mobil dan dua sepeda motor senilai Rp 757.250.000.

Ia juga memiliki harta bergerak lain Rp 67.850.000 dan harta lainnya Rp 110.342.686.

6. Brigjen Edgar Diponegoro

Sosok lainnya adalah Brigjen Edgar Diponegoro yang ditugaskan di Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di sana, Edgar didapuk sebagai Direktur Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Pada 2006, Edgar juga pernah menjabat sebagai Penyidik pada Direktorat Penyidikan Kedeputian Penindakan KPK.

Baca juga: Deretan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Firli Bahuri sejak Jabat Deputi Penindakan hingga Kini Ketua KPK

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Nasib Pilkada

Nasib Pilkada

Nasional
Tanggal 14 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 14 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Soal Prabowo Tak Ingin Diganggu Pemerintahannya, Zulhas: Beliau Prioritaskan Bangsa

Soal Prabowo Tak Ingin Diganggu Pemerintahannya, Zulhas: Beliau Prioritaskan Bangsa

Nasional
Kemendesa PDTT Apresiasi Konsistensi Pertamina Dukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Wilayah Transmigrasi

Kemendesa PDTT Apresiasi Konsistensi Pertamina Dukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Wilayah Transmigrasi

Nasional
Pospek Kinerja Membaik, Bank Mandiri Raih Peringkat AAA dengan Outlook Stabil dari Fitch Ratings

Pospek Kinerja Membaik, Bank Mandiri Raih Peringkat AAA dengan Outlook Stabil dari Fitch Ratings

Nasional
Refly Harun Anggap PKB dan Nasdem 'Mualaf Oposisi'

Refly Harun Anggap PKB dan Nasdem "Mualaf Oposisi"

Nasional
Berharap Anies Tak Maju Pilkada, Refly Harun: Levelnya Harus Naik, Jadi 'King Maker'

Berharap Anies Tak Maju Pilkada, Refly Harun: Levelnya Harus Naik, Jadi "King Maker"

Nasional
Perkara Besar di Masa Jampidum Fadil Zumhana, Kasus Sambo dan Panji Gumilang

Perkara Besar di Masa Jampidum Fadil Zumhana, Kasus Sambo dan Panji Gumilang

Nasional
Refly Harun: Anies Tak Punya Kontrol Terhadap Parpol di Koalisi Perubahan

Refly Harun: Anies Tak Punya Kontrol Terhadap Parpol di Koalisi Perubahan

Nasional
Verifikasi Bukti Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai, Warga Akan Didatangi Satu-satu

Verifikasi Bukti Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai, Warga Akan Didatangi Satu-satu

Nasional
Indonesia Dorong Pemberian Hak Istimewa ke Palestina di Sidang PBB

Indonesia Dorong Pemberian Hak Istimewa ke Palestina di Sidang PBB

Nasional
Beban Melonjak, KPU Libatkan PPK dan PPS Verifikasi Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai

Beban Melonjak, KPU Libatkan PPK dan PPS Verifikasi Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai

Nasional
Peran Kritis Bea Cukai dalam Mendukung Kesejahteraan Ekonomi Negara

Peran Kritis Bea Cukai dalam Mendukung Kesejahteraan Ekonomi Negara

Nasional
Refly Harun Ungkap Bendera Nasdem Hampir Diturunkan Relawan Amin Setelah Paloh Ucapkan Selamat ke Prabowo

Refly Harun Ungkap Bendera Nasdem Hampir Diturunkan Relawan Amin Setelah Paloh Ucapkan Selamat ke Prabowo

Nasional
UU Pilkada Tak Izinkan Eks Gubernur Jadi Cawagub, Wacana Duet Anies-Ahok Buyar

UU Pilkada Tak Izinkan Eks Gubernur Jadi Cawagub, Wacana Duet Anies-Ahok Buyar

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com