Kompas.com - 13/09/2022, 18:29 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengungkap awal mula ketidakpuasan kader di daerah atas kepemimpinan Suharso Monoarfa.

Anggota Komisi III DPR itu mengibaratkan PPP layaknya sebuah partai politik terbuka yang tak memiliki tokoh dominan.

“Padanannya seperti perusahaan terbuka, yang kebetulan tidak ada pemegang saham, pengendali, controling stakeholders, itu tidak ada,” ungkap Arsul dalam program Gaspol! di YouTube Kompas.com, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: SK PPP Diproses Cepat, Mardiono Bantah Ada Campur Tangan Istana

Menurut dia, kondisi itu memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, demokrasi di internal parpol dapat berjalan dengan baik.

“(Namun) kelemahannya dengan keterbukaan seperti itu maka potensi konflik akan lebih berkembang karena kontrol pada struktur itu menjadi lebih longgar,” jelasnya.

Untuk mengimbangi kondisi itu, maka ada kewajiban bahwa setiap kader PPP harus selalu berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

Baca juga: Yakin Dicopot dari Pimpinan Komisi V DPR karena Bela Suharso, Tamliha: Munafik kalau PPP Bilang Tidak!

Salah satunya, setelah Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dilaksanakan, maka kader di daerah harus mengadakan Musyawarah Wilayah (Muswil) dan Musyawarah Cabang (Muscab).

Tujuan dari pelaksanaan kedua musyawarah itu adalah untuk menentukan kepengurusan di tingkat daerah yang akan diresmikan oleh pimpinan di tingkat pusat. 

Menurut Arsul, salah satu kekecewaan kader terhadap Suharso muncul saat proses ini. Salah satunya, ada kader yang tidak ikut proses Muswil maupun Muscab, namun justru terpilih menjadi pengurus di tingkat daerah.

“Yang terjadi kemudian ada si sejumlah daerah, orangnya ndak ikut Muswil, ikut Muscab tapi tiba-tiba dapat Surat Keputusan (SK) Kepengurusan,” ujar dia.

Baca juga: PPP Tepis Copot Tamliha dari Jabatan Wakil Ketua Komisi V DPR karena Bela Suharso Monoarfa

Akibatnya, gelombang protes terus bermunculan. Meski mengaku telah mengingatkan kader di bawah untuk tetap menjaga soliditas, namun hal itu kerap tidak diperhatikan.

“Tapi ketika apa yang kami ingatkan itu misalnya bagi para pembuat kebijakan, khususnya Ketum (Suharso) kurang terperhatikan, maka (gelombang protes) makin besar,” ungkap dia.

Puncak kekecewaan kader yang berujung protes agar Suharso diganti terjadi ketika ia melontarkan pernyataan amplop untuk kiai saat menjadi pembicara pada kegiatan pendidikan antikorupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Nah itu kemudian menimbulkan demo di mana-mana, tidak hanya di Jakarta, temen-temen di daerah begitu didemo grogi lah,” imbuh dia.

Baca juga: Waketum Sebut PPP Tak Akan Pecat Loyalis Suharso

“Karena yang mendemo para pemangku kepentingan di PPP, basis-basis santri, maka menggelindinglah,” pungkasnya.

Diketahui saat ini Suharso telah diberhentikan dan diganti dengan Muhammad Mardiono sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP.

Kepemimpinan baru itu telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Surat Keputusan Nomor M.HH-26.AH.11.02. Tahun 2022, Jumat (9/9/2022).

Sebelumnya Suharso telah dilengserkan lebih dulu melalui hasil Mukernas PPP di Banten, Minggu (4/9/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.