Kompas.com - 17/03/2022, 16:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menelusuri sosok orang atau guru yang mengajarkan Indra Kesuma alias Indra Kenz menghilangkan barang bukti.

Indra merupakan tersangka kasus dugaan penipuan via aplikasi Binomo

Direktur Tipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan menyatakan pihaknya akan memeriksa sosok yang dikenal sebagai guru trading Indra Kenz, Fakar Suhartami Pratama atau Fakarich.

Baca juga: Uang di Rekening Indra Kenz Tinggal Rp 1,8 Miliar, Polisi Duga Ada yang Mengajari untuk Dipindahkan

Kendati demikian, Whisnu belum bisa memastikan apakah Fakar adalah orang yang mengajarkan

"Mungikin ya, kita tidak bisa menyimpulkan secara langsung ya," kata Whisnu kepada wartawan, Kamis (17/3/2022).

Menurut Whisnu, pihaknya akan segera memanggil Fakar untuk diperiksa.

"Ini kan kita mau panggil. Fakar minggu depan kita sudah panggil. (Gurunya) informasinya Fakar tapi belum datang," kata dia.

Baca juga: Viral Video Ivan Gunawan Peringatkan Indra Kenz soal Trading, Singgung Sikap Jemawa

Adapun Whisnu menjelaskan Indra Kenz mengaku handphone dan laptopnya lama milik Indra pernah hilang ke penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus).

Whisnu mengungkapkan handphone yang disita sebagai barang bukti dari Indra Kenz merupakan handphone baru.

"(Yang disita) Sudah HP baru. HP lamanya hilang katanya. Enggak ada. Kita bongkar enggak ada apa-apanya. Karena dia sudah hilangkan, kayaknya ada yang ngajarin," kata Whisnu.

Selain itu, menurut Whisnu, Indra juga kemungkinan sudah mengurangi uang yang berada di dalam rekeningnya.

Saat ini, tim penyidik sedang meminta bantuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK) untuk menelusuri dugaan tersebut.

"Pada saat kita mau sita, dia kan rekeningnya udah sedikit. Sudah ada yang ajarin tuh, cuma Rp 1,8 miliar rekeningnya, sudah dipindahin," kata Whisnu.

Baca juga: Polisi Sebut Indra Kenz Bantah Jadi Mitra Aplikasi Binomo

Whisnu menegaskan, pihaknya akan mengejar pihak yang membantu Indra menghilangkan barang bukti.

Selain itu, penyidik juga sedang memburu mitra aplikasi Binomo lainnya.

"Memburu afiliasinya, yang membantu dia. Makanya minggu depan ada yang baru lagi. Tenang aja," kata Whisnu.

Baca juga: Polisi Sebut Indra Kenz Hilangkan Barang Bukti Handphone dan Laptop

Indra Kenz diketahui sudah ditetapkan sebagai menjadi tersangka dugaan tindak pidana judi online dan/atau penyebaran berita bohong melalui media elektronik dan/atau penipuan, perbuatan curang dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait aplikasi Binomo pada 24 Februari 2022. Ia terancam kurungan 20 tahun penjara.

Penyidik telah melakukan tracing atau melacak aset Indra Kenz dalam perkara itu.

Hingga saat ini ada mobil Tesla, mobil Ferrari, serta 3 rumah di kawasan Medan, Sumatera Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Nasional
Hormati Korban Tragedi Kanjuruhan, KSP Imbau Masyarakat Tak Sebarkan Konten Kerusuhan

Hormati Korban Tragedi Kanjuruhan, KSP Imbau Masyarakat Tak Sebarkan Konten Kerusuhan

Nasional
Tragedi Sepak Bola Saat Hari Kesaktian Pancasila

Tragedi Sepak Bola Saat Hari Kesaktian Pancasila

Nasional
Sepak Bola Indonesia Berduka: Malam Jahanam di Kanjuruhan

Sepak Bola Indonesia Berduka: Malam Jahanam di Kanjuruhan

Nasional
Ferdy Sambo dkk Akan Diserahkan ke Kejagung, Rabu 5 Oktober

Ferdy Sambo dkk Akan Diserahkan ke Kejagung, Rabu 5 Oktober

Nasional
KPAI: Tragedi Kanjuruhan Berdampak Berat pada Kejiwaan Korban Anak

KPAI: Tragedi Kanjuruhan Berdampak Berat pada Kejiwaan Korban Anak

Nasional
Kasus Kerusuhan Malang dan Jaminan Keamanan Penonton di Undang-undang

Kasus Kerusuhan Malang dan Jaminan Keamanan Penonton di Undang-undang

Nasional
Kerusuhan Malang, Mengingat Lagi Hak dan Kewajiban Suporter di Undang-Undang

Kerusuhan Malang, Mengingat Lagi Hak dan Kewajiban Suporter di Undang-Undang

Nasional
Hari Ini, Mahfud Panggil PSSI hingga Kapolri Rapat Bahas Tragedi Kanjuruhan

Hari Ini, Mahfud Panggil PSSI hingga Kapolri Rapat Bahas Tragedi Kanjuruhan

Nasional
Kerusuhan Kanjuruhan, Ini Ancaman Pidana Penyelenggara Pertandingan yang Melanggar UU

Kerusuhan Kanjuruhan, Ini Ancaman Pidana Penyelenggara Pertandingan yang Melanggar UU

Nasional
4 Sorotan Mahfud MD soal Kerusuhan Kanjuruhan, Sikap Abai Panitia hingga Penanganan

4 Sorotan Mahfud MD soal Kerusuhan Kanjuruhan, Sikap Abai Panitia hingga Penanganan

Nasional
Pemerintah Bakal Gencarkan RUU Perampasan Aset dan RUU Kepailitan

Pemerintah Bakal Gencarkan RUU Perampasan Aset dan RUU Kepailitan

Nasional
[POPULER NASIONAL] Mahfud MD Soal Kerusuhan di Malang | Jokowi Perintahkan Hentikan Sementara Liga 1

[POPULER NASIONAL] Mahfud MD Soal Kerusuhan di Malang | Jokowi Perintahkan Hentikan Sementara Liga 1

Nasional
Majelis Warga Deklarasi Dukung Anies Capres 2024

Majelis Warga Deklarasi Dukung Anies Capres 2024

Nasional
Mahfud Rekomendasikan Perombakan Divisi Propam Polri agar Tak “Abuse of Power”

Mahfud Rekomendasikan Perombakan Divisi Propam Polri agar Tak “Abuse of Power”

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.