Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Sudah Doktor, Dekan FH Universitas Brawijaya, Kok Mau Jadi Anggota KPU?"

Kompas.com - 15/02/2022, 16:59 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI-P Rifqinizamy Karsayuda bertanya kepada calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muchamad Ali Safa'at saat fit and proper test di Komisi II DPR, Selasa (15/2/2022).

Rifqi menanyakan alasan Ali yang merupakan seorang akademisi dengan jenjang karier yang bagus, tapi ingin berpindah mengabdi pada negara dalam struktur lembaga KPU.

"Sehingga saya kira ada pertanyaan, sudah doktor, dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Kok masih mau jadi anggota KPU Republik Indonesia?," tanya Rifqi dalam fit and proper test, Selasa.

"Padahal kalau sabar jadi guru besar, bisa jadi jadi rektor dan karena PNS statusnya bisa jadi dirjen dan lain-lain. Motivasinya apa Pak Ali?," lanjut dia.

Baca juga: Calon Anggota KPU Afifuddin: Ketegangan KPU-Bawaslu Harus Kita Landaikan

Rifqi mengaku telah mengenal lama sosok Ali sebagai sesama akademisi. Rifqi mengatakan, dirinya telah mengenal sosok Ali selama 15 tahun.

Dia mengenal Ali saat masih menjadi tenaga ahli di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ali juga dikenal Rifqi pernah bekerja sebagai tenaga ahli untuk Hakim MK.

"Doktor Muchammad Ali Safa'at ini saya kenal sudah lebih dari 15 tahun. Waktu dulu saya menjadi akademisi hukum tata negara, yang bersangkutan ini dulu salah satu tenaga ahli di MK zaman Refly Harun dan kawan-kawan," ucapnya.

Bukan tanpa alasan Rifqi menanyakan motif dari Ali berpindah haluan dari akademisi dan ingin menjadi Komisioner KPU.

Sebab, menurutnya hal tersebut merupakan pertanyaan besar dari para akademisi di kampus dan penting dijawab oleh Ali.

"Ini penting untuk dijawab Pak, untuk menguji ketulusan datang ke Komisi II DPR RI ini," terang dia.

Baca juga: Fakta Menarik Fit and Proper Test Calon Anggota KPU, Bicara Pemilu 2019 hingga Jumlah Dapil DPR

Menjawab pertanyaan itu, Ali mengatakan bahwa pertanyaan yang diberikan tak diduga olehnya dan terkesan sulit.

Namun, dia menjawab bahwa keinginan menjadi anggota KPU juga merupakan bagian dari tindak lanjut keilmuan yang selama ini ditekuninya.

Dengan menjadi anggota KPU, dirinya yakin ilmu yang selama ini dimiliki dapat bermanfaat untuk tugas penyelenggara Pemilu ke depan.

"Satu bagi saya, muara dari ilmu itu pasti kebermanfaatan. Jadi, ketika kita mengukur apakah ilmu kita bermanfaat atau tidak, itu adalah ujung dari sebetulnya seorang ilmuwan," jawab Ali.

"Dan saya melihat, menjadi komisioner KPU itu akan menjadi lapangan untuk bisa memanfaatkan apa yang saya kuasai sebagai seorang akademisi," tambah dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Singgung Sejumlah PTN Terkait UKT, Kemendikbud: Justru UKT Rendah Tetap Mendominasi

Singgung Sejumlah PTN Terkait UKT, Kemendikbud: Justru UKT Rendah Tetap Mendominasi

Nasional
Dewas KPK Belum Diperiksa Bareskrim Terkait Laporan Nurul Ghufron

Dewas KPK Belum Diperiksa Bareskrim Terkait Laporan Nurul Ghufron

Nasional
Jokowi Berharap Meninggalnya Presiden Iran Tak Pengaruhi Harga Minyak Dunia

Jokowi Berharap Meninggalnya Presiden Iran Tak Pengaruhi Harga Minyak Dunia

Nasional
Fakta-Fakta Istana Merdeka, Tempat Soeharto Nyatakan Berhenti dari Jabatannya 26 Tahun Lalu

Fakta-Fakta Istana Merdeka, Tempat Soeharto Nyatakan Berhenti dari Jabatannya 26 Tahun Lalu

Nasional
Bobby Nasution Gabung Gerindra, Politikus PDI-P: Kita Sudah Lupa soal Dia

Bobby Nasution Gabung Gerindra, Politikus PDI-P: Kita Sudah Lupa soal Dia

Nasional
Kunjungi Pentagon, KSAD Maruli Bahas Latma dan Keamanan Pasifik dengan US Army

Kunjungi Pentagon, KSAD Maruli Bahas Latma dan Keamanan Pasifik dengan US Army

Nasional
Di WWF Ke-10, Jokowi Ungkap 3 Komitmen Indonesia untuk Wujudkan Manajemen Sumber Daya Air Terintegrasi

Di WWF Ke-10, Jokowi Ungkap 3 Komitmen Indonesia untuk Wujudkan Manajemen Sumber Daya Air Terintegrasi

Nasional
Terdakwa Sadikin Rusli Dituntut 4 Tahun Penjara Kasus Pengkondisian BTS 4G

Terdakwa Sadikin Rusli Dituntut 4 Tahun Penjara Kasus Pengkondisian BTS 4G

Nasional
Di WWF 2024, Pertamina NRE Paparkan Upaya Mencapai Pertumbuhan Bisnis Rendah Emisi

Di WWF 2024, Pertamina NRE Paparkan Upaya Mencapai Pertumbuhan Bisnis Rendah Emisi

Nasional
Tak Diundang ke Rakernas PDI-P, Jokowi: Ditanyakan ke yang Tak Mengundang, Jangan Saya

Tak Diundang ke Rakernas PDI-P, Jokowi: Ditanyakan ke yang Tak Mengundang, Jangan Saya

Nasional
Akrab dengan Puan di Bali, Jokowi: Sudah Lama Akrab dan Baik dengan Mbak Puan

Akrab dengan Puan di Bali, Jokowi: Sudah Lama Akrab dan Baik dengan Mbak Puan

Nasional
Jaksa: Eks Anggota BPK Achsanul Qosasi Kembalikan Uang Rp 40 Miliar dalam Kasus Korupsi BTS 4G

Jaksa: Eks Anggota BPK Achsanul Qosasi Kembalikan Uang Rp 40 Miliar dalam Kasus Korupsi BTS 4G

Nasional
WIKA Masuk Top 3 BUMN dengan Transaksi Terbesar di PaDi UMKM

WIKA Masuk Top 3 BUMN dengan Transaksi Terbesar di PaDi UMKM

Nasional
Nadiem Janji Batalkan Kenaikan UKT yang Nilainya Tak Masuk Akal

Nadiem Janji Batalkan Kenaikan UKT yang Nilainya Tak Masuk Akal

Nasional
KPK Periksa Mantan Istri Eks Dirut Taspen Antonius Kosasih

KPK Periksa Mantan Istri Eks Dirut Taspen Antonius Kosasih

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com