Kompas.com - 06/12/2021, 13:26 WIB
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Willy Aditya (kiri) bersama M Nurdin (kanan) mendengarkan pandangan anggota Badan Legislasi saat Rapat Panja di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (16/11/2021). Rapat Panja tersebut membahas penyusunan RUU tentang penghapusan kekerasan seksual. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa. ANTARAFOTO/MUHAMMAD ADIMAJAWakil Ketua Badan Legislasi DPR Willy Aditya (kiri) bersama M Nurdin (kanan) mendengarkan pandangan anggota Badan Legislasi saat Rapat Panja di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (16/11/2021). Rapat Panja tersebut membahas penyusunan RUU tentang penghapusan kekerasan seksual. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan, partainya menghormati dan mendukung setiap keputusan yang diambil Presiden Joko Widodo, termasuk soal perombakan kabinet.

Willy mengatakan, Jokowi tentu memiliki catatan tersendiri terhadap pembantu-pembantunya yang akan menjadi pertimbangan dalam melakukan reshuffle kabinet.

"Nasdem ini partai yang seperti pidato Pak Surya kemarin ke Pak Jokowi, kita ikut saja, apa yang menjadi catatan Pak Jokowi terhadap pembantunya itu jadi ranahnya Pak Jokowi apa yang dirasa pantas," kata Willy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/12/2021).

Ia berpendapat, kinerja seorang menteri tidak bisa diukur dengan persepsi menteri-menteri tersebut di muka publik.

Menurut dia, bisa saja ada menteri yang memiliki komunikasi publik yang buruk tetapi dinilai baik oleh Jokowi.

Baca juga: Ketum PKB: Reshuffle Kabinet Masih Sebatas Rumor

"Jadi indikator-indikatornya itu sejak apa yang sudah digariskan dari visi misi dan program presiden itu bisa direalisasi oleh kementerian terkait, oleh menteri terkait," kata dia.

Di samping itu, Willy juga menegaskan Nasdem tidak mempersoalkan apabila reshuffle kabinet dilakukan untuk mengakomodir PAN untuk masuk kabinet setelah merapat ke barisan pendukung pemerintah.

"Kalau Nasdem fine saja. Kalau kata Pak Surya itu sederhananya, satu musuh terasa banyak, seribu kawan terasa kurang," ujar Willy.

Sebelumnya, terdapat isu reshuffle akan dilakukan pada 8 Desember 2021.

Berdasarkan perhitungan kalender Jawa, pada 8 Desember juga bertepatan dengan hari Rabu Pon. Presiden Joko Widodo diketahui sering melakukan reshuffle pada hari tersebut.

Namun, belakangan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan, Jokowi belum berencana melakukan reshuffle dalam waktu dekat karena pemerintah masih fokus menangani pandemi Covid-19.

Baca juga: Mensesneg Sebut Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet, Pemerintah Fokus Cegah Omicron

"Setahu saya tidak ada rencana tersebut. Jadi, pokoknya semua menteri tetap bekerja seperti biasa, semua wamen tetap kerja seperti biasanya, jadi kita juga terus waspada, apalagi ini kan Covid ada varian baru Omicron," kata Pratikno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes: Jakarta, Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Menkes: Jakarta, Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Nasional
Menkes Budi: Antivirus Covid-19 dari Pfizer Datang Februari 2022

Menkes Budi: Antivirus Covid-19 dari Pfizer Datang Februari 2022

Nasional
Luhut Minta Waspadai Varian Omicron, Peningkatan Kasus di Jakarta Bisa Lebih Tinggi

Luhut Minta Waspadai Varian Omicron, Peningkatan Kasus di Jakarta Bisa Lebih Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,51 Persen

UPDATE 16 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,51 Persen

Nasional
UPDATE 16 Januari: Ada 8.605 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Januari: Ada 8.605 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 16 Januari: 710 Pasien Covid-19 Selesai Isolasi

UPDATE 16 Januari: 710 Pasien Covid-19 Selesai Isolasi

Nasional
Luhut Tegaskan Belum Ada Kasus Kematian Covid-19 Akibat Varian Omicron

Luhut Tegaskan Belum Ada Kasus Kematian Covid-19 Akibat Varian Omicron

Nasional
UPDATE 16 Januari: 166.505 Orang Diperiksa Covid-19, Positivity Rate 2,87 Persen

UPDATE 16 Januari: 166.505 Orang Diperiksa Covid-19, Positivity Rate 2,87 Persen

Nasional
Wapres Minta Pelaku Kejahatan Seksual Dihukum Seberat-beratnya

Wapres Minta Pelaku Kejahatan Seksual Dihukum Seberat-beratnya

Nasional
UPDATE 16 Januari: Bertambah 3, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.170 Jiwa

UPDATE 16 Januari: Bertambah 3, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.170 Jiwa

Nasional
Ingatkan Peningkatan Kasus Covid-19, Luhut Sebut Transmisi Lokal Lebih Tinggi

Ingatkan Peningkatan Kasus Covid-19, Luhut Sebut Transmisi Lokal Lebih Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Januari: Bertambah 855, Kini Ada 4.271.649 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Januari: Bertambah 855, Kini Ada 4.271.649 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Antisipasi Puncak Kasus Omicron, Wapres Minta Warga Tidak Pergi ke Luar Negeri Dulu

Antisipasi Puncak Kasus Omicron, Wapres Minta Warga Tidak Pergi ke Luar Negeri Dulu

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Tembus 1.000, Luhut: Penegakan Prokes-Vaksinasi Itu Sangat Penting

Kasus Harian Covid-19 Tembus 1.000, Luhut: Penegakan Prokes-Vaksinasi Itu Sangat Penting

Nasional
Airlangga Sebut Jokowi Setuju Jumlah Penonton MotoGP Mandalika 100.000 Orang

Airlangga Sebut Jokowi Setuju Jumlah Penonton MotoGP Mandalika 100.000 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.