Kompas.com - 03/12/2021, 22:50 WIB
Pelanggan Kafe Sunyi House of Coffee and Hope, Jakarta berkomunikasi dengan bahasa isyarat, Rabu (10/2/2021). Semua pekerja yang ada di Kafe Sunyi ini adalah orang  orang penyandang disabilitas. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPelanggan Kafe Sunyi House of Coffee and Hope, Jakarta berkomunikasi dengan bahasa isyarat, Rabu (10/2/2021). Semua pekerja yang ada di Kafe Sunyi ini adalah orang orang penyandang disabilitas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu penyandang tuli, Udana Majajid Pratista menilai teman tuli biasanya lebih suka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat daripada berbicara.

Udana merupakan salah satu tamu undangan disabilitas tuli yang hadir dalam acara Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang diadakan Kementerian Sosial pada Rabu (1/12/2021).

"Menurut saya (teman) tuli itu lebih suka berbahasa isyarat," kata Udana dalam konferensi pers virtual Koalisi Organisasi Penyandang Disabilitas Antiaudism, Jumat (3/12/2021).

Baca juga: Koalisi Penyandang Disabilitas Anti-audism Desak Mensos Risma Minta Maaf

Ia mengaku sakit hati saat Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meminta dua teman tuli berbicara dalam acara HDI pada Rabu kemarin.

Sebab, menurutnya, tidak semua teman tuli nyaman berbicara.

"Saya merasa sakit hati. Padahal tidak semua tuli itu bisa nyaman untuk berbicara," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, penyandang disabilitas tuli, Panji Surya Putra Sahetapy mengatakan penyandang disabilitas tuli memiliki cara komunikasi yang beragam.

Surya mengatakan, ada teman tuli yang nyaman menggunakan bahasa isyarat, ada yang nyaman membaca gerak bibir, serta ada juga yang menggunakan alat bantu dengar atau juru bicara.

"Jadi sesuai dengan kenyamanan orang tersebut. Jadi kita tidak bisa memaksa dan kita tidak bisa memutuskan cara berkomunikasi orang tersebut dengan cara seperti apa. Kita memberikan pilihan atas kenyamanan dari orang tersebut," ujarnya.

Adapun, Risma dikritik penyandang disabilitas karena meminta penyandang tunarungu untuk berbicara di Hari Disabilitas Internasional, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Risma Diminta Berinovasi, Bukan Minta Tunarungu Bicara

Berdasarkan siaran dari akun YouTube Kemensos, setelah Risma mengunjungi berbagai stan pameran karya penyandang disabilitas, ia meminta penyandang disabilitas mental dan tuli berbicara menyampaikan hal yang ingin disampaikan secara langsung.

Tindakan Risma ini menuai kritik dari penyandang disabilitas tuli bernama Stefan.

"Ibu, saya harap sudah mengetahui tentang CRPD bahwasannya anak tuli itu memang menggunakan alat bantu dengar, tetapi tidak untuk dipaksa berbicara," kata Stefan dikutip Kamis (2/12/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Hadapan Prajurit, KSAD Perintahkan Komandan Satuan Antisipasi Perkembangan Kelompok Radikal

Di Hadapan Prajurit, KSAD Perintahkan Komandan Satuan Antisipasi Perkembangan Kelompok Radikal

Nasional
BNPT Sebut Indeks Risiko Terorisme 2021 Lebih Baik dari Target RPJMN

BNPT Sebut Indeks Risiko Terorisme 2021 Lebih Baik dari Target RPJMN

Nasional
Dipertanyakan Urgensi dan Aturan Pemberian Pelat Dinas Polri ke Arteria Dahlan

Dipertanyakan Urgensi dan Aturan Pemberian Pelat Dinas Polri ke Arteria Dahlan

Nasional
Fakta-fakta Pemilu Presiden, Legislatif, dan Kepala Daerah yang Akan Digelar pada 2024

Fakta-fakta Pemilu Presiden, Legislatif, dan Kepala Daerah yang Akan Digelar pada 2024

Nasional
Mendagri: Banyak Korupsi Terjadi karena Sistem, Perlu Ada Perbaikan

Mendagri: Banyak Korupsi Terjadi karena Sistem, Perlu Ada Perbaikan

Nasional
KSAD Bakal Sertijab Pangkostrad dan 5 Pangdam Baru Senin Depan

KSAD Bakal Sertijab Pangkostrad dan 5 Pangdam Baru Senin Depan

Nasional
KSP: PTM 100 Persen Tetap Berjalan dengan Pengawasan Ketat

KSP: PTM 100 Persen Tetap Berjalan dengan Pengawasan Ketat

Nasional
DPR Bahas Tahapan Pemilu 2024 Setelah Komisioner KPU-Bawaslu Baru Terpilih

DPR Bahas Tahapan Pemilu 2024 Setelah Komisioner KPU-Bawaslu Baru Terpilih

Nasional
Dugaan Suap Bupati Musi Banyuasin, KPK Dalami Aliran Dana ke Dodi Alex Noerdin

Dugaan Suap Bupati Musi Banyuasin, KPK Dalami Aliran Dana ke Dodi Alex Noerdin

Nasional
KPK Dalami Setoran Uang untuk Bupati Terbit Peranging-angin dari Proyek yang Diatur Kakaknya

KPK Dalami Setoran Uang untuk Bupati Terbit Peranging-angin dari Proyek yang Diatur Kakaknya

Nasional
Tanggal Pemilu Ditetapkan, Demokrat Fokus Persiapan Menuju 2024

Tanggal Pemilu Ditetapkan, Demokrat Fokus Persiapan Menuju 2024

Nasional
Menko Perekonomian: Sampai Sekarang Dana PEN Tak Ada untuk IKN

Menko Perekonomian: Sampai Sekarang Dana PEN Tak Ada untuk IKN

Nasional
Cara Akses 'Telemedicine' dan Paket Obat Gratis Pasien Omicron yang Jalani Isolasi Mandiri

Cara Akses "Telemedicine" dan Paket Obat Gratis Pasien Omicron yang Jalani Isolasi Mandiri

Nasional
Profil Pusat Psikologi TNI, Organisasi Baru Milik Mabes TNI

Profil Pusat Psikologi TNI, Organisasi Baru Milik Mabes TNI

Nasional
Profil Pusat Pengadaan TNI, Sebuah Organisasi Baru di Mabes TNI

Profil Pusat Pengadaan TNI, Sebuah Organisasi Baru di Mabes TNI

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.