Kompas.com - 25/11/2021, 12:14 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin saat menjadi keynote speech secara daring dalam opening ceremony 9th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance yang digelar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (17/11/2021). KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAWakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin saat menjadi keynote speech secara daring dalam opening ceremony 9th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance yang digelar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (17/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar pelaksanaan muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tidak gaduh.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh NU di rumah dinas, Rabu (24/11/2021).

"Insya Allah Pak Wapres selalu mendoakan mudah-mudahan muktamar ini berjalan baik sesuai keputusan sehingga tidak ada kegaduhan, tidak ada ketidakamanan, tetap tenangn" ujar tokoh Mustasyar PBNU, KH Manarul Hidayat selepas pertemuan.

Baca juga: Ketika Rais Aam NU Me-nasakh Sekjen NU

Manarul mengatakan, Ma'ruf juga memberikan nasihat agar muktamar yang akan digelar dapat berjalan baik dan damai.

Ma'ruf sangat berharap agar pelaksanaan bermanfaat bagi NKRI, selain maslahat untuk seluruh warga NU.

"Karena NU mengedepankan akhlakul kharimah, didirikan para ulama, kiai, habaib, maka dalam muktamar pun tetap mengedepankan yaitu akhlakul kharimah," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Insya Allah kami sudah sepakat menyampaikan kepada umat apabila terjadi apa-apa, tetap akan konsultasi dan menyerahkan kepada PBNU," ucap Manarul.

Ia mengatakan, pertemuan dengan Ma'ruf tersebut juga selain untuk bersilaturahmi juga mendoakan agar Wapres Ma'ruf sehat dan dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Baca juga: PWNU Desak Muktamar Ke-34 NU Dimajukan Jadi 17-19 Desember 2021

Dia juga memastikan bahwa Wapres Ma'ruf tidak ikut campur dalam urusan pelaksanaan muktamar tersebut.

Wapres Ma'ruf telah menyerahkan sepenuhnya terkait hal itu kepada NU sendiri.

"Oleh karena itu kami akan berusaha menyampaikannya kepada umat. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

Nasional
Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

Nasional
Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

Nasional
Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

Nasional
Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

Nasional
Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

Nasional
Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

Nasional
'Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara'

"Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara"

Nasional
Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

Nasional
Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

Nasional
Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

Nasional
Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

Nasional
Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

Nasional
Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.