Menkes Ungkap Belanja di Sektor Kesehatan Sangat Besar, Capai Rp 490 Triliun Per Tahun

Kompas.com - 16/09/2021, 17:56 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melihat ponselnya saat akan mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (8/4/2021). Rapat tersebut membahas mengenai strategi vaksinasi COVID-19 dalam mencapai herd immunity di Indonesia dan penjelasan terkait kesiapan penyediaan vaksin COVID-19 untuk vaksinasi gotong royong beserta regulasinya. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melihat ponselnya saat akan mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (8/4/2021). Rapat tersebut membahas mengenai strategi vaksinasi COVID-19 dalam mencapai herd immunity di Indonesia dan penjelasan terkait kesiapan penyediaan vaksin COVID-19 untuk vaksinasi gotong royong beserta regulasinya. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, jumlah rata-rata belanja nasional di sektor kesehatan mencapai Rp 490 triliun per tahun.

“Belanja kesehatan kalau dilihat secara nasional itu besar sekali," kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Menurut dia, hampir di seluruh negara, pertumbuhan belanja di sektor kesehatan selalu di atas pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) suatu negara.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara untuk membuat belanja di sektor ini secara nasional menjadi lebih efektif dan efisien.

Secara khusus untuk Indonesia, Menkes mengungkapkan, belanja kesehatan masih banyak terkonsentrasi di rumah sakit.

Baca juga: Pernyataan Menkes soal Vaksin Booster Berbayar Tahun Depan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dan seperti kita ketahui belanja di sisi kuratif itu jauh lebih mahal dan lebih tidak efektif dibandingkan dengan belanja di sisi promotif dan preventif,” imbuhnya.

Sebagai contoh, ketika seseorang terpapar Covid-19 dan harus menjalani perawatan di rumah sakit, maka harus dilakukan tindakan kuratif. 

“Kalau sudah kena, kalau ringan setidaknya masuk rumah sakit pakai Remdesivir sudah puluhan juta. Kalau lebih parah lagi butuh Actemra bisa butuh ratusan juta,” imbuhnya.

Sementara untuk tindakan promotif dan preventif, lanjut dia, lebih mengedepankan upaya agar masyarakat dapat terhindar dari Covid-19.

Tindakan itu antara lain imbauan agar mengkonsumsi vitamin, berolahraga, mengenakan masker hingga menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

Budi pun menekankan bahwa biaya tindakan kuratif jauh lebih mahal dari tindakan promotif dan preventif.

Baca juga: Menkes Minta 41 Juta Dosis Vaksin Covid-19 di Daerah Segera Disuntikan

Bahkan, ia menilai, intervensi kesehatan di sektor promotif dan preventif akan jauh lebih nyaman untuk rakyat.

“Karena sebagus apa pun kamar rumah sakit, ya orang lebih senang tinggal di rumah,” kata Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolri: Masih Banyak Polisi yang Baik Dibanding Oknum...

Kapolri: Masih Banyak Polisi yang Baik Dibanding Oknum...

Nasional
Sumpah Pemuda dan Kedaulatan Bahasa Indonesia

Sumpah Pemuda dan Kedaulatan Bahasa Indonesia

Nasional
Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Nasional
Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Nasional
KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

Nasional
Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Nasional
Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Nasional
Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Nasional
Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Nasional
Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Nasional
KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

Nasional
'Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai', Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

"Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai", Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

Nasional
Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Askrindo Mitra Utama

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Askrindo Mitra Utama

Nasional
Saldi Isra: Pemutusan Akses Informasi Harus Perhatikan Hak Warga

Saldi Isra: Pemutusan Akses Informasi Harus Perhatikan Hak Warga

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.