UPDATE: 177 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang NTT, 45 Masih Hilang

Kompas.com - 11/04/2021, 22:00 WIB
Foto : Wabub NTT, Josef Nai Soi saat berkunjung ke Maumere, Kabupatem Sikka NTT, Kamis (4/6/2020).  Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Wabub NTT, Josef Nai Soi saat berkunjung ke Maumere, Kabupatem Sikka NTT, Kamis (4/6/2020). 

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi melaporkan, hingga Minggu (11/4/2021) malam, terdapat 177 korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan siklon tropis seroja di daerahnya.

Sementara itu, Josef menyebut sebanyak 45 orang masih hilang dan masih dalam pencarian.

"Sampai dengan hari ini jumlah korban akibat dari siklon tropi seroja berjumlah 177 orang yang meninggal," kata Josef dalam konferensi pers dalam YouTube BNPB Indonesia, Minggu (11/4/2021)

Adapun, 177 korban meninggal dunia tersebar di Kota Kupang 6 orang, Kabupaten Flores Timur 72 orang, Kabupaten Malaka 7 orang, Kabupaten Lembata 47 orang, dan Kabupaten Ende 1 orang.

Kemudian, di Kabupaten Sabu Raijua 3 orang, Kabupaten Alor 28 orang, Kabupaten Kupang 12 orang, dan Kabupaten Sikka 1 orang.

Baca juga: Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

Selain itu, 45 orang yang hilang rinciannya ialah 2 orang hilang di Kabupaten Flores Timur, 22 orang hilang di Kabupaten Lembata, 5 orang hilang di Kabupaten Sabu Raijua, 13 orang hilang di Kabupaten Alor, dan 3 orang hilang di Kabupaten Kupang,

Lebih lanjut, Josef mengaku, masih ada sejumlah wilayah di NTT yang terdampak bencana, namun belum dapat terjangkau oleh tim evakuasi karena kendala akses dan cuaca yang masih buruk.

Salah satu tempat yang masih sulit diakses adalah Kabupaten Kupang.

Ia mengatakan, mulai besok pihaknya akan mengerahkan armada untuk menjangkau tempat tersebut.

"Mulai besok kami akan kerahkan armada kami di sini untuk menuju tempat -tempat yang belum terjangkau," ucapnya.

Baca juga: 2 Nelayan Asal Sabu Raijua NTT Terseret Badai Seroja hingga ke Australia

Sebelumnya, banjir bandang serta tanah longsor akibat siklon tropis seroja terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi NTT, pada Minggu (4/4/2021).

Banjir merendam ratusan rumah dan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah masih terus mengupayakan penanganan dampak bencana di NTT dan NTB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X