Sayidiman Suryohadiprodjo: Indonesia yang Saya Impikan...

Kompas.com - 19/01/2021, 10:18 WIB
Almarhum Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo ketika menerima Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman di kediamannya di Kebayoran Baru, 14 Desember 2020. (Dok. Penerangan Kodam Jaya/Jayakarta) Dok. Penerangan Kodam Jaya/JayakartaAlmarhum Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo ketika menerima Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman di kediamannya di Kebayoran Baru, 14 Desember 2020. (Dok. Penerangan Kodam Jaya/Jayakarta)
Editor Bayu Galih

Ada satu benang merah nasihat mereka, yaitu: Pendidikan. Pendidikanlah yang bisa membebaskan dan memerdekakan bangsa ini. Para sesepuh bangsa ini –beberapa di antaranya telah meninggal dunia, masing-masing mengisahkan dengan gaya bertutur soal perjuangan hidup mereka di tiga zaman tersebut.

Saya menyederhanakan beberapa kalimat asli almarhum dalam "Indonesia yang Saya Impikan", tanpa menghilangkan maknanya.

Pak Sayidiman menuliskan:

"Saya pandang pentingnya peran pendidikan, agar semua unsur bangsa Indonesia dapat berkembang maju secara harmonis. Pendidikan juga penting untuk membangun semangat juang manusia Indonesia.

Sebab, bangsa Indonesia hidup dalam alam yang serba murah dan mudah dibandingkan dengan kehidupan bangsa yang tinggal di wilayah empat musim. Akibatnya, kita manja dan kurang semangat juang.

Kemudian, ini menjadi rintangan dan tantangan berat untuk dapat memanfaatkan segala karunia Allah berupa kekayaan alam dan bumi untuk kesejahteraan kita.

Orang Indonesia harus sama kuat semangat juangnya dengan orang Korea-Jepang-China yang selalu bergulat dengan musim dingin yang bisa kejam, dengan alam yang kurang subur, tanpa kekayaan bumi yang berarti. Semua orang Indonesia dari semua etnik perlu kita bangun semangat juangnya.

Melalui pendidikan juga akan kita hilangkan kesenjangan yang masih ada antara daerah serta etnik yang berlainan.

Sehingga dengan kemampuan masing-masing yang terus berkembang, semua orang, semua etnik, semua daerah makin maju dan menjadikan bangsa dan negara Indonesia juga maju. Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan saja."

Buku terakhir

Saya beruntung mendapat kesempatan wawancara dengan almarhum Pak Sayid pada 6 Agustus 2019. Wawancara panjang, dan ketika itu saya datang bersama anak sulung yang ingin mendapat wejangan dari sesepuh TNI ini.

Seluruh isi wawancara mengulas cara pandang beliau tentang pendidikan dan kepemimpinan, khususnya kepemimpinan TNI yang diamatinya belakangan ini.

Semuanya tertuang pada buku barunya yang diperkenalkan kepada saya saat itu, berjudul Masyarakat Pancasila (Altheras, 2019). Salah satu tentara yang gemar menulis dan rutin menerbitkan buku ini, kemudian menyerahkan satu eksemplar buku yang kemudian menjadi buku terakhirnya ini.

Bagian paling utama dari buku ini kembali menegaskan pentingnya pendidikan sebagai dasar pembentukan seorang pemimpin.

"Dalam kehidupan, ada orang-orang yang lahir dengan bakat kepemimpinan yang kuat. Orang-orang ini tak banyak memerlukan bimbingan yang kuatuntuk menjadi pemimpin yang efektif.

Akan tetapi, orang-orang yang bakatnya kurang kuatjuga dapat menjalankan kepemimpinan yang efektif melalui pendidikan dan latihan yang mengembangkan bakatnya itu. Dalam satu masyarakat, juga dalam masyarakat Pancasila, diperlukan pelaksanaan kepemimpinan di berbagai bidang dan tingkatan yang tidak sedikit jumlahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK: Tak Ada OTT di Tanjungbalai, Hanya Pengumpulan Bukti

KPK: Tak Ada OTT di Tanjungbalai, Hanya Pengumpulan Bukti

Nasional
KH Hasyim Asy’ari Tak Ada dalam Draf Kamus Sejarah, Kemendikbud Akui Kealpaan

KH Hasyim Asy’ari Tak Ada dalam Draf Kamus Sejarah, Kemendikbud Akui Kealpaan

Nasional
Penyusunan Teks Proklamasi yang Dibarengi Sahur Bersama...

Penyusunan Teks Proklamasi yang Dibarengi Sahur Bersama...

Nasional
Dewan Pengawas Minta KPK Usut Dugaan Bocornya Informasi Penggeledahan di Kalsel

Dewan Pengawas Minta KPK Usut Dugaan Bocornya Informasi Penggeledahan di Kalsel

Nasional
Kemenkominfo Sebut Jozeph Paul Tetap Dapat Dijerat UU ITE Meski Berada di Luar Negeri

Kemenkominfo Sebut Jozeph Paul Tetap Dapat Dijerat UU ITE Meski Berada di Luar Negeri

Nasional
Jokowi Punya Juru Masak Baru, Namanya Kaesang

Jokowi Punya Juru Masak Baru, Namanya Kaesang

Nasional
Ingin Kurangi Emisi, Pemerintah Susun Rencana Pemanfaatan Energi Baru hingga 2035

Ingin Kurangi Emisi, Pemerintah Susun Rencana Pemanfaatan Energi Baru hingga 2035

Nasional
Menristek: Listrik dari Pengolahan Sampah Harus Terus Dikembangkan

Menristek: Listrik dari Pengolahan Sampah Harus Terus Dikembangkan

Nasional
Kemenkes: Ada Kemungkinan Vaksinasi Covid-19 Libur Selama Idul Fitri

Kemenkes: Ada Kemungkinan Vaksinasi Covid-19 Libur Selama Idul Fitri

Nasional
Paspor Jozeph Paul Zhang Akan Dicabut, Polri Koordinasi dengan Imigrasi

Paspor Jozeph Paul Zhang Akan Dicabut, Polri Koordinasi dengan Imigrasi

Nasional
Presiden PKS: Jangan Atas Nama Investasi Hak-hak Buruh Dikorbankan

Presiden PKS: Jangan Atas Nama Investasi Hak-hak Buruh Dikorbankan

Nasional
Imbau Masyarakat Tidak Mudik, Anggota DPR: Jika Nekat, Indonesia Bisa seperti India

Imbau Masyarakat Tidak Mudik, Anggota DPR: Jika Nekat, Indonesia Bisa seperti India

Nasional
Kemendikbud: Kamus Sejarah Indonesia Sudah Ditarik

Kemendikbud: Kamus Sejarah Indonesia Sudah Ditarik

Nasional
Warga Tak Bawa Dokumen Perjalanan Saat Bepergian Bakal Diminta Putar Balik

Warga Tak Bawa Dokumen Perjalanan Saat Bepergian Bakal Diminta Putar Balik

Nasional
Kemenkumham Sebut Belum Ada Permohonan Pelepasan Status Warga Negara Jozeph Paul Zhang

Kemenkumham Sebut Belum Ada Permohonan Pelepasan Status Warga Negara Jozeph Paul Zhang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X