Jokowi Sebut APBN 2021 Difokuskan untuk Penanganan Covid-19

Kompas.com - 25/11/2020, 11:36 WIB
Presiden Joko Widodo dalam sambutan di gelaran Inovation Indonesia Expo 2020 pada Selasa, 10 November 2020. DOK. MUCHLIS JR/BIRO PRES SEKRETARIAT PRESIDENPresiden Joko Widodo dalam sambutan di gelaran Inovation Indonesia Expo 2020 pada Selasa, 10 November 2020.

JAKARTA, KOMPAS.comPresiden Joko Widodo mengatakan, anggaran belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN) 2021 sebesar Rp 2.750 triliun masih difokuskan untuk penanganan Covid-19, baik di sektor kesehatan maupun ekonomi.

Hal itu disampaikan Jokowi saat acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

APBN 2021 akan fokus pada empat hal. Pertama penanganan kesehatan, masih dalam hal penanganan Covid. Utamanya akan fokus kepada vaksinasi. Oleh sebab itu anggaran yang berkaitan dengan penguatan sarana dan prasarana kesehatan, laboratorium, penelitian dan pengembangan sangat diperlukan,” kata Jokowi. 

Baca juga: Jokowi dan Masa Depan Demokrasi

Anggaran belanja negara juga akan difokuskan pada perlindungan social. Anggaran di bidang perlindungan sosial masih dibutuhkan lantaran masih banyak masyarakat kurang mampu yang perekonomiannya terdampak Covid-19.

Kemudian, APBN 2021 juga akan difokuskan kepada pemulihan ekonomi nasional, terutama untuk mendukung usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan dunia usaha secara menyeluruh.

“Dan keempat untuk membangun fondasi lebih kuat kita akan melakukan reformasi struktural,” kata Jokowi.

Baca juga: Wapres: APBN 2021 Diarahkan untuk Penggunaan Produk Lokal, Dorong UMKM

Ia pun mengingatkan para menterinya untuk bekerja lebih keras, sebab Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19 pada 2021. Pemerintah, kata Jokowi, masih akan menghadapi situasi krisis yang membutuhkan langkah luar biasa dalam memecahkan masalah.

Jokowi ingin menterinya tak bekerja secara biasa dan tak terjebak rutinitas dalam bekerja dan menyelesaikan masalah.

“Kita tahu semuanya dan kita sudah merasakan bahwa tahun 2020 adalah tahun yang sangat sulit. Tahun yang tidak mudah untuk kita lalui. Dan di tahun 2021 kita juga masih menghadapi ketidakpastian karena ekonomi global juga penuh dengan ketidapastian,” ucap Presiden.

“Kecepatan, ketepatan, akurasi harus tetap menjadi karakter dalam kebijakan-kebijakan kita. Baik di bidang kesehatan mauupun di bidang ekonomi. Ini harus juga segera pulih kembali,” ujar Jokowi.

Baca juga: Kata Peneliti Senior Indef, Rancangan APBN 2021 Tak Kokoh



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X