Kompas.com - 18/11/2020, 11:07 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan di acara peluncuran The State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, Selasa (17/11/2020) secara virtual. Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan di acara peluncuran The State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, Selasa (17/11/2020) secara virtual.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan bahwa hal yang paling menentukan agar setiap negara dapat keluar dari krisis akibat Covid-19 adalah penanganan pandemi tersebut.

Pasalnya, kata dia, krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 tidak berasal dari krisis keuangan, seperti krisis ekonomi lain yang pernah terjadi sebelumnya.

"Yang paling menentukan berapa lama kita akan keluar dari krisis ini adalah bagaimana pandemi Covid-19 ditangani," ujar Ma'ruf saat menjadi keynote speaker Kongres VIII Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) secara daring, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Satgas: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Melambat 4 Minggu Berturut-turut

Ma'ruf mengatakan, meskipun saat ini berbagai upaya telah dilakukan. Akan tetapi, khususnya di Indonesia, pertumbuhan kasus terkonfirmasi Covid-19 masih mengalami peningkatan.

Namun, kata dia, para ahli epidemiologi banyak yang mengemukakan bahwa pandemi Covid-19 hanya dapat diakhiri jika ada vaksin yang efektif.

Ia mengatakan, sebagai salah satu solusi mengakhiri Covid-19, beberapa kandidat vaksin telah memasuki tahap uji klinis terakhir. Termasuk, yang saat ini dilakukan di Indonesia.

"Pemerintah sendiri tengah bersiap agar pada waktunya nanti ketika vaksin dinyakatan memenuhi syarat, masyarakat dapat segera mendapatkan vaksin tersebut," kata dia.

Baca juga: Menkes Terawan Jelaskan Alur Distribusi Vaksin Covid-19

Oleh karena itu sembari menunggu vaksin Covid-19, kata dia, pilihan yang tersedia saat ini agar kegiatan ekonomi dapat berjalan adalah menegakkan protokol pencegahan Covid-19.

Protokol kesehatan tersebut adalah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.

Ia pun berharap para pengajar ilmu ekonomi dan bisnis yang tergabung dalam AFEBI dapat memberikan masukan dan solusi kepada pemerintah untuk dapat menangani krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 tersebut.

"Bagaimana kita dapat mencegah agar krisis tidak berubah menjadi krisis ganda, yaitu krisis sektor riil dan krisis sektor finansial, dan melakukan pemulihan mengikuti bentuk V," ucap dia.

Baca juga: Wapres: Pandemi Covid-19 Momentum Tepat Berdayakan UMKM



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kuasa Hukum Juliari Batubara Sebut Kesaksian Pepen Nazaruddin Tak Miliki Kekuatan sebagai Alat Bukti

Kuasa Hukum Juliari Batubara Sebut Kesaksian Pepen Nazaruddin Tak Miliki Kekuatan sebagai Alat Bukti

Nasional
Satgas: Bukan Tidak Mungkin Kasus Covid-19 di Indonesia Sama Parahnya dengan India

Satgas: Bukan Tidak Mungkin Kasus Covid-19 di Indonesia Sama Parahnya dengan India

Nasional
Cegah Lonjakan Covid-19, Masyarakat Diminta Tak Halalbihalal di Lingkungan Kantor

Cegah Lonjakan Covid-19, Masyarakat Diminta Tak Halalbihalal di Lingkungan Kantor

Nasional
Varian Baru Virus Corona Berisiko Menular ke Anak-anak, Pemerintah Diminta Tunda Sekolah Tatap Muka

Varian Baru Virus Corona Berisiko Menular ke Anak-anak, Pemerintah Diminta Tunda Sekolah Tatap Muka

Nasional
Kemenag Gunakan Dua Metode dalam Penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah

Kemenag Gunakan Dua Metode dalam Penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah

Nasional
Kemenhub: Jelang Idul Fitri, Lebih dari 138.000 Mobil dan Motor Tinggalkan Jakarta

Kemenhub: Jelang Idul Fitri, Lebih dari 138.000 Mobil dan Motor Tinggalkan Jakarta

Nasional
Koordinator Sebut Mayoritas Tenaga Kesehatan RSD Wisma Atlet Sudah Terima Insentif

Koordinator Sebut Mayoritas Tenaga Kesehatan RSD Wisma Atlet Sudah Terima Insentif

Nasional
KPK Bantah Nonaktifkan 75 Pegawai yang Tak Lolos TWK

KPK Bantah Nonaktifkan 75 Pegawai yang Tak Lolos TWK

Nasional
Idul Fitri Jatuh pada 13 Mei, Menag: Mudah-mudahan Ini Simbol Kebersamaan Umat Islam

Idul Fitri Jatuh pada 13 Mei, Menag: Mudah-mudahan Ini Simbol Kebersamaan Umat Islam

Nasional
Lelang Barang Hasil Rampasan, KPK Setor Rp 236.698.290 ke Kas Negara

Lelang Barang Hasil Rampasan, KPK Setor Rp 236.698.290 ke Kas Negara

Nasional
UPDATE: Sebaran 5.021 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jawa Barat

UPDATE: Sebaran 5.021 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jawa Barat

Nasional
Satgas: Polisi Berhak Pulangkan Pelaku Perjalanan yang Memaksa Mudik

Satgas: Polisi Berhak Pulangkan Pelaku Perjalanan yang Memaksa Mudik

Nasional
Pemerintah Tetapkan Lebaran 2021 Jatuh pada 13 Mei, Ini Hasil Sidang Isbat

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2021 Jatuh pada 13 Mei, Ini Hasil Sidang Isbat

Nasional
Buka Kunjungan bagi Keluarga Tahanan Saat Idul Fitri, KPK Terapkan Protokol Kesehatan

Buka Kunjungan bagi Keluarga Tahanan Saat Idul Fitri, KPK Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Vaksin dan Tes PCR Tak Jamin Bebas dari Covid-19, Masyarakat Diimbau Patuhi Larangan Mudik

Vaksin dan Tes PCR Tak Jamin Bebas dari Covid-19, Masyarakat Diimbau Patuhi Larangan Mudik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X