Kompas.com - 24/07/2020, 19:18 WIB
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers usai membuka Rakerda DPD PDI Perjuangan Papua, Jayapura, Jumat (13/3/2020) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDISekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers usai membuka Rakerda DPD PDI Perjuangan Papua, Jayapura, Jumat (13/3/2020)
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, isu dinasti politik sejatinya terjadi di hampir semua partai politik.

Sebab, menurut Hasto, kaderisasi politik memang bermula dari lingkungan keluarga.

"Bagi PDI Perjuangan kami melihat sebuah realitas yang hidup bahwa kaderisasi politik memang dari keluarga. Dan itu bukan fenomena tunggal," ujar Hasto dalam diskusi daring, Jumat (24/7/2020).

"Bagi PDI Perjuangan itu terjadi di banyak partai. Hampir di seluruh partai politik," kata dia.

Namun, ia menegaskan, PDI-P sendiri berkomitmen menyiapkan seorang pemimpin lewat sekolah partai.

Baca juga: Tepis Isu Dinasti Politik, PDI-P: Gibran Berkompetisi di Internal Partai

Menurut Hasto, PDI-P tidak membeda-bedakan para kader.

"Yang penting di dalam proses menyiapkan seseorang menjadi pemimpin itulah yang dilakukan PDI Perjuangan," kata Hasto.

"Karena itulah sekolah partai menjadi proses yang bersifat wajib diikuti oleh seluruh calon. Karena di situlah kualitas pemimpin itu kami kedepankan," ucapnya.

Hasto mengatakan, pada akhirnya masyarakat sebagai pemilih yang menentukan apakah seorang calon pemimpin layak menang atau tidak.

Baca juga: Tepis Isu Dinasti Politik, PDI-P: Gibran Berkompetisi di Internal Partai

Menurut dia, kualitas kepemimpinan dan program kerja tetap menjadi poin utama yang dilihat oleh masyarakat.

"Masyarakat pada akhirnya melihat bahwa di dalam berbagai tuduhan-tuduhan terkait politik dinasti, aspek kepemimpinan, aspek kinerja, aspek terhadap berbagai program yang ditawarkan oleh calon pemimpin, itu yang tetap menjadi dominan, dan menjadi preferensi dari masyarakat untuk memilih," kata Hasto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X