Kompas.com - 12/07/2020, 14:19 WIB
Eko Patrio saat memberikan bantuan logistik kepada warga Bidara Cina, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2019) yang menjadi korban banjir. Kompas.com/Revi C RantungEko Patrio saat memberikan bantuan logistik kepada warga Bidara Cina, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2019) yang menjadi korban banjir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Musyawarah Wilayah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta menetapkan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio sebagai Ketua DPW PAN DKI Jakarta terpilih.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam musyawarah wilayah yang digelar di Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (12/7/2020).

Mulanya, DPW PAN DKI Jakarta mengajukan nama Eko sebagai calon formatur tunggal.

Baca juga: Akri Ingin Kumpul bersama Parto dan Eko Patrio karena Teringat Hal Bersejarah

 

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang hadir dalam musyawarah wilayah tersebut pun menyarankan agar Eko yang kembali memimpin DPW PAN DKI Jakarta.

"Saya kira memang tidak ada pilihan lain nanti saya minta teman-teman semua, idah kita bulat saja. Percayakan lagi PAN DKI ini kepada Saudara Eko Patrio. Udah jelas dari dua kursi jadi sembilan," ucap Zulkifli dalam konferensi pers digital dari DPW PAN DKI Jakarta, Minggu (12/7/2020).

"Dari konflik jadi aman. Mudah-mudahan di 2024 yang akan datang, terus kita dari sembilan target paling kurang 15," ujar Zulkifli.

Selepas melangsungkan musyawarah, Zulkifli selaku pimpinan musyawarah wilayah menetapkan Eko sebagai Ketua DPW PAN DKI Jakarta karena tak ada calon lain yang mendaftar.

"Karena hanya satu calon yakni Eko Patrio dengan meminta persetujuan pesera musyawarah wilayah apa bisa kita tetapkan sebagai Ketua DPW sekaligus Ketua Formatur," tanya Zulkifki yang disambut setuju oleh para peserta musyawarah.

Zulkifli berharap, anggota DPR Fraksi PAN itu bisa membuat DPW PAN DKI Jakarta berkembang lebih baik.

Baca juga: Eko Patrio Sempat Minta Ini pada Mbak Tutut Saat Menikah Tahun 2001

Ia juga berharap, Eko bisa menjaga kekompakan dan bisa bekerja sama dengan baik dengan para pengurus dan kader.

Zulkifli juga meminta agar DPW PAN DKI menjaga kekompakan antarpengurus dan kader.

Ia meminta konflik-konflil yang terjadi seperti pada Kongres PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara yang lalu segera diakhiri.

"Kongres harus menjadi pelajaran kita sehingga musyawarah wilayah dan daerah harus bisa berjalan dengan baik dengan cara musyawarah dan mufakat. Sebaiknya energi kita fokuskan untuk menghadapi pemilu 2024 nanti," kata Zulkifli.

"Kita berharap PAN DKI bisa meraih kursi lebih banyak lagi untuk DPRD DKI Jakarta. Target kita untuk DPRD DKI 13 sampai 15 kursi DPRD untuk pemilu 2024 nanti," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menag Larang Kegiatan Takbir Keliling dan Batasi Jumlah Orang Saat Malam Takbiran di Masjid

Menag Larang Kegiatan Takbir Keliling dan Batasi Jumlah Orang Saat Malam Takbiran di Masjid

Nasional
Sanksi bagi Masyarakat yang Nekat Mudik: Denda hingga Penyitaan Kendaraan

Sanksi bagi Masyarakat yang Nekat Mudik: Denda hingga Penyitaan Kendaraan

Nasional
Satgas Covid-19: Mudik di Wilayah Aglomerasi Dilarang, tetapi Sektor Esensial Tetap Beroperasi

Satgas Covid-19: Mudik di Wilayah Aglomerasi Dilarang, tetapi Sektor Esensial Tetap Beroperasi

Nasional
UPDATE 6 Mei: Tercatat Ada 98.277 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 6 Mei: Tercatat Ada 98.277 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 6 Mei: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 15.002.289

UPDATE 6 Mei: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 15.002.289

Nasional
Pukat UGM: Persoalan Tes Wawasan Kebangsaan Muncul karena Tak Jelasnya Norma dalam UU KPK

Pukat UGM: Persoalan Tes Wawasan Kebangsaan Muncul karena Tak Jelasnya Norma dalam UU KPK

Nasional
UPDATE 6 Mei: Ada 77.775 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 6 Mei: Ada 77.775 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Hasil Survei LP3ES, Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

Hasil Survei LP3ES, Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

Nasional
3 Catatan Krusial Komnas HAM Terkait Situasi Terkini Papua

3 Catatan Krusial Komnas HAM Terkait Situasi Terkini Papua

Nasional
UPDATE: Tambah 147, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 46.496 Orang

UPDATE: Tambah 147, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 46.496 Orang

Nasional
UPDATE 6 Mei: Tambah 5.440 Orang, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.552.532

UPDATE 6 Mei: Tambah 5.440 Orang, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.552.532

Nasional
Komnas HAM Tagih Janji Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM Paniai

Komnas HAM Tagih Janji Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM Paniai

Nasional
Sekum Muhammadiyah Nilai Soal-soal TWK KPK Tak Ada Hubungan dengan Wawasan Kebangsaan

Sekum Muhammadiyah Nilai Soal-soal TWK KPK Tak Ada Hubungan dengan Wawasan Kebangsaan

Nasional
Ingatkan Larangan Mudik, Satgas: Seluruh Wilayah Perbatasan Dijaga Kepolisian

Ingatkan Larangan Mudik, Satgas: Seluruh Wilayah Perbatasan Dijaga Kepolisian

Nasional
UPDATE: Tambah 5.647 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.697.305

UPDATE: Tambah 5.647 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.697.305

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X