Puskesmas Diminta Fasilitasi Tes Covid-19 untuk Santri yang Akan Kembali ke Pesantren

Kompas.com - 25/06/2020, 09:20 WIB
Tim medis Puskesmas Kecamatan Tanah Abang mengambil sampel lendir warga saat tes usap di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2020). Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Kecamatan Tanah Abang melakukan rapid dan swab test COVID-19 yang diperuntukkan bagi para pedagang dan warga di sekitar pasar tersebut. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTim medis Puskesmas Kecamatan Tanah Abang mengambil sampel lendir warga saat tes usap di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2020). Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Kecamatan Tanah Abang melakukan rapid dan swab test COVID-19 yang diperuntukkan bagi para pedagang dan warga di sekitar pasar tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah meminta Puskesmas harus memfasilitasi tes cepat atau rapid test maupun tes swab bagi para santri yang akan kembali ke pondok pesantren.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, dirinya sudah meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk memberikan surat edaran kepada puskesmas-puskesmas terkait hal tersebut.

"Saya sudah minta Menkes untuk ada edaran ke puskesmas-puskesmas, kalau ada santri yang mau berangkat ke pesantren dari kampungnya harus difasilitasi tes baik rapid maupun swab test," ujar Muhadjir dalam acara "Ngobrol Pintar di MUI", Rabu (24/6/2020) malam.

Baca juga: Santri Wajib Tes PCR, Wapres: Pesantren di Era New Normal Harus Aman

Hal tersebut dibutuhkan karena puskesmas juga sudah diberikan anggaran oleh pemerintah melalui dana khusus penanganan Covid-19.

Tidak hanya itu, bagi puskesmas yang berada di dekat pesantren, mereka juga harus memberikan fasilitas yang sama kepada para santri.

Apalagi, jika pesantren terdekat itu sudah dipastikan akan membuka kembali kegiatan belajar-mengajar mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Harus dipastikan ketika santri datang ke pondok pesantren betul-betul aman (Covid-19). Kalau sudah aman dia tinggal di situ, harus steril," kata Muhadjir.

"Tak boleh lagi ada orang luar yang datang ke situ, termasuk orangtuanya kalau mau datang harus melalui prosedur ketat," tutur dia.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi VIII DPR Minta Pesantren Kembali Dibuka

Muhadjir mengatakan, dengan demikian maka pondok pesantren akan menjadi tempat yang sangat aman dari Covid-19 jika sejak awal sudah steril.

Ia pun berharap pesantren dapat menjadi model percontohan bagi sekolah-sekolah reguler sebelum membuka kembali kegiatan belajar-mengajar.

Hal tersebut sangat penting demi menghindari kemungkinan munculnya klaster baru dari Covid-19.

"Tapi saya optimistis (di pesantren) kecil kemungkinan terjadinya klaster baru. Apalagi yang datang santri-santri masih mudah yang imunitasnya baik. Justru yang harus diamankan itu pengurusnya, kyai-kyainya," kata dia.

Baca juga: Menko PMK: Pimpinan Pesantren Diberi Keleluasaan soal Keputusan Dimulainya Kegiatan Belajar



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Nasional
Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Nasional
Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Nasional
Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Nasional
Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Nasional
Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Nasional
Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Nasional
Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Nasional
Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Nasional
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok Masih Rendah

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok Masih Rendah

Nasional
Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Perpanjang Penahanan Yoory Corneles

Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Perpanjang Penahanan Yoory Corneles

Nasional
Said Aqil: Tolong Saya Dibantu Sadarkan Beberapa Kiai yang Tak Percaya Covid-19, Tak Percaya Vaksin

Said Aqil: Tolong Saya Dibantu Sadarkan Beberapa Kiai yang Tak Percaya Covid-19, Tak Percaya Vaksin

Nasional
Jokowi Cek Obat Covid-19 di Apotek di Bogor, tapi Tak Tersedia

Jokowi Cek Obat Covid-19 di Apotek di Bogor, tapi Tak Tersedia

Nasional
Ketua DPR Harap Segera Ada Vaksin Covid-19 untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Ketua DPR Harap Segera Ada Vaksin Covid-19 untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Nasional
Said Aqil: Tidak Boleh Ada Ketegangan antara NU dan PKB

Said Aqil: Tidak Boleh Ada Ketegangan antara NU dan PKB

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X